Monday, June 02, 2008

Iklan Elite Politik

KAMPANYE DINI
Iklan Elite Politik
Bingungkan Publik

Sabtu, 31 Mei 2008
JAKARTA (Suara Karya): Penayangan iklan elite politik di media massa dinilai hanya akan membingungkan publik. Karena itu, para elite politik diimbau untuk tidak melakukan "perang" iklan yang saling menyerang satu sama lain.

Demikian yang terungkap dalam diskusi bertajuk "Efektivitas Pencitraan Pemimpin Melalui Iklan" di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/5).

Hadir sebagai pembicara Ketua Pansus RUU Pilpres Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto dan Juru Bicara (Jubir) Presiden SBY Andi Mallarangeng.

Selain itu, Ketua FPKS DPR Mahfudz Siddiq, dan pengamat komunikasi politik UI Effendi Ghazali juga menjadi pembicara, dengan moderator produser Global TV Danang Sanggabuwana.

Dalam kesempatan itu, Ferry Mursyidan menyarankan Presiden SBY tak perlu melakukan hal serupa, yakni membalas serangan Ketua Partai Hanura Wiranto. "Jadi tidak perlu dilawan dengan iklan pula. SBY cukup tampil di publik dan menjawab iklan tersebut," ujarnya.

Sementara itu pakar komunikasi UI, Effendi Ghazali mengatakan, iklan Wiranto yang melakukan penyerangan terhadap SBY, dinilai sebagai tindakan yang sah-sah saja. "Asalkan data yang dipakainya itu akurat. Iklan attacking itu sangat penting dan tidak negatif. Ini mengajarkan pada kita agar pemimpin tidak melupakan janjinya," ucapnya.

Soal apakah itu menyinggung kandidat lain, Effendi menyerahkan hal itu kepada Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). "Tapi, memang dalam komunikasi politik modern, iklan politik yang menyerang sebaiknya dibalas dengan iklan pula," katanya.

Sedangkan Juru Bicara Presiden SBY, Andi Mallarangeng, mengatakan sebaiknya para capres tidak perlu menampilkan iklan politik yang menyerang kandidat lainnya. Karena, hal itu tidak mendidik rakyat.

Lain halnya dengan Wiranto, dia mengaku tidak bermaksud menyerang "kandidat" lain, tetapi hanya ingin sekadar mengingatkan pemimpin atau kepala negara yang sudah terpilih tidak melupakan janjinya.

Tontonan Tak Menarik

Andi mengatakan, polemik soal iklan merupakan tontonan yang tidak menarik bagi rakyat miskin. "Sekarang ini mari bersama-sama untuk memperbaiki nasib rakyat untuk lebih baik," ucapnya.

Sementara itu Ketua F-PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan iklan adalah sebuah tipuan, advertising is decesive. "Iklan sebagai sebuah tipuan memang sesuatu yang mengherankan. Namun, boleh-boleh saja iklan politik itu, yang penting itu ada rule of the game-nya," katanya.

Di tempat terpisah, Ketua DPP Partai Bintang Reformasi yang juga anggota Komisi VII DPR, Ade Daud Nasution menyarankan agar Wiranto tidak lagi mencalonkan diri sebagai Capres 2009. Karena, tutur dia, Wiranto adalah tokoh senior yang sudah melewati masa untuk dicalonkan sebagai capres.

"Saya kira, Pak Wiranto, Amien Rais, Akbar Tandjung, Megawati dan Abdurrahman Wahid sudah saatnya untuk pensiun dari kancah politik praktis. Mereka menjadi penasihat saja, menjadi guru bangsa bagi kader yang muda-muda," kata Ade kepada Suara Karya di Jakarta, Jumat (30/5).

Menurut dia, Indonesia ke depan membutuhkan figur calon presiden atau pemimpin bangsa yang berani mengambil keputusan. Sedangkan Wiranto, kata Ade lagi, tidak memiliki keberanian itu. Seperti SBY, Wiranto juga termasuk sosok pemimpin yang terlalu banyak pertimbangan dalam mengambil keputusan.

"Tahun 1998 lalu harusnya dia sudah menjadi pemimpin bangsa ini, ketika situasi Indonesia karut-marut. Dia Panglima ABRI yang saat itu punya otoritas, punya kemampuan untuk mengambil alih pucuk pimpinan, tapi tidak dia lakukan, karena Pak Wiranto tidak memiliki keberanian," kata Ade.

Lalu, tutur dia, bagaimana bangsa Indonesia mau menjadi bangsa yang disegani kalau tidak memiliki pemimpin yang berani dalam mengambil setiap keputusan. "JK itu berani, tapi sayangnya dia bukan presiden. Lihat saja banyak sekali tindakannya yang berani akhirnya menjadi solusi terbaik bagi penyelesaian masalah," kata Ade Nasution. (Kartoyo DS/Rully)

1 comment:

Unknown said...

Pemerintah yang ada sekarang memang tidak memperhatikan pendidikan politik, dibuktikan dengan banyaknya rakyat yang pemilu asal coblosss aja.
saran pasang aja widget infogue.com, bisa nambah pengunjung ke blog kita lho.
seperti di blog wathasiwa yang baru buat..hehe
http://www.padhepokananime.blogspot.com/
artikel anda watashiwa submit di:
http://politik.infogue.com/iklan_elite_politik