Monday, April 20, 2009

PKS Rumuskan Agenda ke SBY

PKS Rumuskan Agenda ke SBY

JAKARTA -- Aroma menyatunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke dalam koalisi bersama Partai Demokrat semakin menyengat. Saat ini, partai pimpinan Tifatul Sembiring tersebut sedang merumuskan ide-ide agenda politik yang bakal disodorkan ke hadapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Rumusan gagasan dan redaksional agenda politik koalisi tersebut digodok oleh Tim Lima," ujar Ketua DPP PKS, Mahfudz Siddiq, kepada Republika di Jakarta, Sabtu (18/4).

Selain dirinya, tambah Mahfudz, empat orang lain yang tergabung dalam Tim Lima adalah Presiden PKS, Tifatul Sembiring; Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Suharna Surapranata; Ketua Dewan Syariah PKS, Surachman Hidayat; dan anggota Fraksi PKS di DPR, Soeripto.

Mahfudz berharap, agenda politik yang diajukan PKS bisa menjadi dasar pijakan untuk perjalanan koalisi pada pemerintahan 2009-2014. "PKS tak ingin koalisi lima tahun ke depan hanya koalisi elite yang tidak berhasil mewujudkan penguatan terhadap sistem presidensial yang dianut negara," kata Mahfudz.

Karena itu, lanjut Mahfudz, agenda politik PKS berkutat pada aspek-aspek penguatan kekuasaan presiden dalam menjalani pemerintahan. PKS menginginkan sosok presiden yang mampu menjalankan kekuasaannya sebagai penguasa tertinggi negara tanpa diliputi kekhawatiran kepentingan politik para pembantunya, baik para menteri di kabinet maupun wapres.

Ihwal telah adanya kesepakatan di kalangan petinggi Partai Golkar yang memutuskan hanya mengajukan cawapres, Mahfudz mengatakan, PKS tak ingin ikut campur ke dalam urusan internal partai pohon beringin tersebut. "Itu berarti kan Golkar ingin melamarkan cawapres buat SBY. Terserah SBY mau atau tidak," katanya.

Untuk saat ini, menurut Mahfudz, PKS tidak dalam posisi menawarkan cawapres. "Kami menyuguhkan dulu ide penguatan sistem presidensial," sambung Mahfudz.

Apabila koalisi ke depan mampu memberikan jaminan terciptanya sistem presidensial yang benar, lanjut Mahfudz, PKS tidak memedulikan apakah cawapres SBY berasal dari kalangan nonpartai atau bahkan dari kalangan internal Partai Demokrat.

PKS juga kurang sependapat dengan pembentukan koalisi yang didasari hitung-hitungan jumlah perwakilan kursi partai di DPR. Menurut PKS, bila mencermati perilaku politik anggota dewan di parlemen, presiden sesungguhnya tidak perlu jika hanya mendapat dukungan kekuatan politik yang bukan mayoritas di DPR. ade

12 comments:

Anonymous said...

System yang berlaku sekarang bukan system yang islami, makanya saya memilih PKS agar ada perbaikan system ke arah yang lebih Islami. Tidak akan pernah ada perbaikan seandainya yang menjadikan patokan keberhasilan "berpartai" hanyalah sebuah kekuasaan. Seharusnya Dewan Syura PKS dari kalangan Ulama Independen jadi biar bisa mengarahkan PKS agar tetap Istiqomah dalam perjuangan menuju KEJAYAAN ISLAM. INGAT FATWA MUI BUKAN "GOLPUT HARAM" TETAPI SEANDAINYA ADA PEMIMPIN YANG BERJUANG UNTUK KEJAYAAN ISLAM DGN SYARAT TERCANTUM DI FATWA TERSEBUT WAJIB MEMILIH. Pertanyaannya apakah SBY termasuk??? Klo tidak mungkin GOLPUT menjadi WAJIB.... Buat Saudara2 di PKS BACALAH MEDIA-MEDIA ISLAM yang dulu menyanjung anda2 sekalian sekarang menjadi para kritikus agar anda2 tidak SALAH LANGKAH. carilah Kebenaran bukan PEMBENARAN.

Anonymous said...

Ust., saya termasuk kader yang jadi keder. Saya terhitung baru jadi kader sekitar 4 th .
Yang semula saya pikir kita itu partai dakwah yg tidak menghalal kan segala cara dalam menggapai kekuasaan. Tapi belakangan ini saya jadi ragu karna kenapa elite PKS sibuk urusin cawapres SBY. Saya malu dan bingung jawab pertanyaan rekan2 di kantor kenapa PKS haus kekuasaan dan gak malu2 ngajuin dan pede , mending menurut saya pribadi kita tenang2 aja, kalau perlu gak usah kualisi2an..

Anonymous said...

Setuju Kang,... Garis Perjuangan PKS itu berjuang untuk kejayaan Ummat bukan untuk kekuasaan. Emangnya klo SBY akan memperjuangkan Ummat? Tetapi ada pertanyaan neh.. apakah blog ini di isi oleh Staf nya Kang Mafudz atau langsung yah? Takutnya pesan ini ga sampai ke pengurus pusat PKS... ??? Kami akan menyambut dengan kebahagiaan teramat sangat seandainya PKS mau berdiri tanpa berkoalisi ataupun oposisi.

Anonymous said...

saya pikir, ranah politik bukan ranah yang tabu bagi umat Islam juga para penggerak dakwahnya. kalau memang pendapat saudara bahwa elit PKS jangan ikut2 koalisi dan seolah berebut kekuasaan, lantas umat ini mau dipimpin oleh org2 yang jauh dari nilai2 Islam dan tidak tersentuh oleh dakwah. sangat miris bila Indonesia yang terdiri dari 200jt umat Islam dipimpin dan diarahkan oleh org yg tdk mengerti Islam dgn baik

Anonymous said...

sedikit banyak harus diakui keberadaan PKS telah membawa kebaikan bagi pemerintahan, walau sedikit masih lebih baik dr pada hanya menonton sambil menghujat

Anonymous said...

Saya rasa di Comment ini tidak ada yg menghujat PKS, apakah salah memberi saran dan kritik buat PKS??? Klo salah ya sudah... Silahkan membaca www.eramuslim.com ataupun www.hidayatullah.com media ini dulu mempromosikan PKS. Dan sekarang mereka memberi kritik... apakah mereka juga bisa dibilang menghujat? atau ingin menjaga PKS dari salah arah? Bukankah PKS ini milik ummat? ataukah sekarang hanya milik sebuah pergerakan saja tetapi bukan milik ummat secara keseluruhan? Karna saya bukan kader, saya hanya simpatisan yang mengarahkan Istri, keluarga dan rekan2 terdekat untuk memilih PKS. Silahkan baca Taushiyah Ulama di eramuslim.com yang Pengisinya Ust. Daud Rasyid. Yang menjadi pertanyaan saya secara pribadi apakah untuk menjaga ummat harus mengemis kepada SBY untuk dijadikan Cawapres?? Bukankah lebih baik memperkuat Legislatif untuk menghasilkan Undang-Undang pro ISLAM? Seandainya SARAN tidak dibolehkan... saya permisi.... tetapi sya tetap mendo'akan agar PKS menjadi partai yang besar dan tetapi tetap dalam jalur ISLAM. Wassalamu'alaikum

Anonymous said...

Asw wb. wb. saya kader PKS ...

Artikel diatas menyejukkan saya yang sebelumnya sempat "nggak ngerti" dengan komentar sebagian petinggi partai yang ingin keluar koalisi atau independen ... ini tulisan saya dibawah yang saya kirimkan di facebooknya ust tifatul

1. terus terang saya tidak mengerti dengan komentar beberapa petinggi PKS yang ingin KELUAR dari koalisi atau ingin INDEPENDEN ... ini maksudnya apa? bukankah dengan koalisi yang telah dibangun banyak membawa kebaikan dengan menempatkan kader2 kita di pemerintahan misalnya akh Anton. Bukankah dari pada berkomentar negativ lebih baik energinya digunakan utk melakukan pendekatan yang lebih intensiv agar bargaining position kita utk pemerintahan ke depan menjadi lebih baik. Apa untungnya kita di luar KOALISI? Masyarakat perlu BUKTI, kalau kita bisa menempatkan kader2 terbaik kita di kementrian dan berhasil ini akan menjadi BUKTI bahwa PKS MAMPU .... PD suaranya melambung karena SBY punya BUKTI berhasil. Kalau PKS di luar koalisi nggak punya kader di pemerintahan apa yang nanti bisa kita sodorkan ke masyarakat bahwa KITA MAMPU? so mohon para petinggi PKS berpolitiklah dengan lebih elegan ... please ....

2. Saya jadi merasa aneh ... dengan adanya komentar dari petinggi2 PKS sendiri yang TIDAK sreg kalau kita menggusung CAWAPRES ... padahal kita punya calon yang mumpuni Ustadz Hidayat yang sedang memiliki MOMENTUM yang baik untuk diajukan jadi CAWAPRES .... terus terang kelihatannya jadi PKS TIDAK PEDE!!! PAN saja yang suaranya lebih sedikit mau mengajukan CAWAPRES mengapa kita tidak?

kasihan kader2 PKS yang telah berjuang mati-matian di akar rumput ... sudah suara JAUH dari target ... sudah itu TIDAK DAPAT APA2 lagi kalau keluar dari koalisi ... so kami mohon usaha kami yang telah berjuang bisa membawa kebaikan bagi ummat .... ayo bangun koalisi yang kuat ... ajukan capres ... bismillah ... allahu akbar !!!!

wassalam

Anonymous said...

yang jelas PKS (Partai Kita Semua)
ayo satukan gerak untuk umat...............

PKS rumuskan agenda untuk SBY adalah upaya dakwah PKS untuk menyampaikan kebaikan kpd SBY

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wr wb.
Saya RUDI SUDARDJAT, SSi. Kader struktur PKS di Kota Bogor, aktif sudah 11 tahun sejak PK.
Hasil perolehan suara PILEG PKS 2009 ini, adalah suatu hal yang patut kita taddaburi. Apakah itu suatu berkah atau ujian untuk terus syiar dan melayani umat dengan tetap mempertahankan nilai-nilai idealisme yang terdapat pada platform PKS. Lima tahun perjuangan kader-kader PKS di tingkat gressroad sampai pusat bagi sebagian kalangan dinilai belum ada apa-apanya, "jalan ditempat" istilahnya mungkin. Kegiatan bakti sosial, jasa kemasyarakatan, kepiawaian serta orator cerdas kader PKS dan lain-lainnya hanya menyisakan bekas yang sedikit dihati masyarakat Indonesia sementara waktu ini.

Sebaliknya Demokrat bak "virus" dapat mendominasi perolehan suara hampir disetiap wilayah Indonesia, maupun luar negeri. Golkar dan PDIP pun masih mempertahankan eksistensinya sebagai partai besar. Padahal kedua partai besar ini, secara gerak nyata mesin politiknya ditingkat bawah nyaris dikatakan tidak bergerak sama sekali dalam menjalankan program layanan kemasyarakatan. Namun mereka tetap eksis dengan perolehan suara besar, ada apa ini?Mengapa bisa begitu?

Kematangan Usia, Penguasaan di Daerah, dan Ketokohan
Golkar dan PDI telah eksis dari sekitar tahun 60-an manjadikan mesin partai ini cukup menjangkau seluruh wilayah Indonesia sampai kepelosokdan dapat bekerja secara sistematis. Aparatur desa yang ada juga turut andil dalam kelestarian dan sosialisasinya pada masyarakat, walau kurang terlihat secara eksplisit seperti petugas penyuluh lapang, lurah, bahkan linmas. Selain itu juga penguasaan media, menjadi "corong" mereka yang aktif. Kader-kader mereka yang menjabat sebagai kabinet menteri dan kepala daerah, telah membuktikan keberhasilan dalam menjalankan program kerjanya, hingga ini menjadi suatu "penguatan" dan penjagaan konstituen tingkat nasional maupun daerah. Masyarakat sangat merasakan manfaatnya dan teringat terus dalam hati dan fikirannya.

Demokrat walau masih berusia muda belia, namun dengan ketokohan dalam gaya elegan dan santunnya SBY telah berhasil membangun kepercayaan dan image baik dimasyarakat, kinerjanya sebagai presiden banyak mendapat acungan jempol. Memang masyarakat secara dominan hanya melihat faktor "ketokohan" itu, tapi kenyataan ini adalah keberuntungan yang tidak disengaja diperoleh Demokrat hingga menjadikan suara mayoritas di tingkat nasional pada 2009 ini.

PKS telah eksis 10 tahun, sekarang ini adalah masa "lucu-lucunya" dengan segala kelebihan dan manuver politik yang dimiliki, cukup banyak menarik perhatian massa. Namun rupanya itu semua belumlah cukup. Baru cukup indah untuk dikatakan dan dilihat, belum melekat pada lubuk hati masyarakat secara merata dan menyeluruh. Dibeberapa ajang PILKADA, PKS telah banyak memenangkan kader-kader terbaiknya untuk memimpin, ini dapat menjadi modal dasar penguatan tingkat daerah. Bahkan hitung-hitungan analisisnya, andai PKS bisa menguasai 14 Propinsi saja dalam PILKADA, pantas dan bisa mengusung salah satu kader terbaik untuk menjadi RI 1 pada periode 2009-2014.

Koalisi Terbaik Kunci Sukses PKS
Hasil penghitungan real KPU walau belum final, sudah memberikan gambaran hingga partai-partai mengarahkan formula koalisi dalam tahap selanjutnya, yaitu PILPRES dan menguasai kabinet.
Golkar dan PDIP seperti menyimpan energi perjuangannya untuk menguasai kursi eksekutif RI 1. Berbagai manuver politk boleh saja mereka lakukan. PKS harus tetap berjuang juga mencapai itu, karena untuk perubahan kita harus menjadi pelaksana bukan pemberi himbauan.
Demokrat akan sangat hati-hati menentukan pilihan koalisinya terhadap Golkar, apalagi PDIP. Pada skenario akhir bila PKS dapat meyakinkan Demokrat untuk berkoalisi, kemungkinan RI 2 dari PKS adalah Hidayat Nur Wahid, maka PKS pantas mengajukan maksimal 5 orang nama kadernya untuk duduk di kabinet. Walau kementrian strategis tentunya akan sangat dikuasai Demokrat dan kroninya SBY.

Kemenangan MUTLAK periode 2014
Pada akhirnya perjuangan harus dilanjutkan, eksekutif dan legislatif dari kader PKS harus berjuang keras menjalankan segala amanah yang diemban dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan hingga dengan program kerjanya yang ada, masyarakat tidak lagi hanya kita beri "permen" berupa pelayanan baksos yang sifatnya spot-spot dan sporadis, tapi bisa lebih luas dampaknya pada masyarakat. Arahkan APBD semaksimal mungkin bagi kemaslahatan umat, terutama mereka-mereka yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Pembangunan infrastruktur yang tertata rapih dan berkesinambungan membuat roda perekonomian dan sosial kemasyarakatan lancar. Tentunya semua dilakukan dalam kerangka akuntabilitas dan transparansi yang baik, demi meningkatkan image baik masyarakat terhadap kinerja kader-kader PKS. Kedepan PKS berusaha membuat atau menguasai media massa dalam skup nasional

Kader ditingkat gressroad tetap ikut menjaga konstituen dng menjalankan berbagai program rutin kemasyarakatan, karena tetap itu juga memberikan pengaruh hawa baik penilaian masyarakat terhadap PKS dan ikut mendongkrak suara di 2009 ini. Tingkatkan pelayanan dan syiar pada umat, perluas jaringan kaderisasi, sudah waktunya konsentrasi dan perhatian khusus terhadap terbentuknya PJRT yang futuh di setiap pelosok wilayah Indonesia, karena mereka akan menjadi ujung tombak dan duta bagi penyampaian visi misi PKS pada masyarakat. Bila setiap amanah dan aspek perjuangan PKS bisa berjalan insyaAllah kemenangan MUTLAK akan kita raih di 2014, bahkan tahun-tahun sebelumnya. Yakinlah saudaraku!! Lanjutkan perjuangan dan jalankan amanah sebagaimana mestinya, karena itu menjadi pertanggungjawaban kita di yaumil akhir nanti.


Wassalamu'alaikum wr. wb.,

Rudi Sudardjat, SSi
-----------------------------------------------------------------------------
Institute of Natural & Regional Resources (INRR)
Pandan Valley Blok C5/No. 8
Kemang Bogor 16310
Phone +62-251-7533694 ext 119
Fax +62-251-7531287
Mobile +62-8128692556
Address: Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor
E-mail: rudi@inrr.org,
web: www.inrr.org,

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wr wb.
Saya RUDI SUDARDJAT, SSi. Kader struktur PKS di Kota Bogor, aktif sudah 11 tahun sejak PK.
Hasil perolehan suara PILEG PKS 2009 ini, adalah suatu hal yang patut kita taddaburi. Apakah itu suatu berkah atau ujian untuk terus syiar dan melayani umat dengan tetap mempertahankan nilai-nilai idealisme yang terdapat pada platform PKS. Lima tahun perjuangan kader-kader PKS di tingkat gressroad sampai pusat bagi sebagian kalangan dinilai belum ada apa-apanya, "jalan ditempat" istilahnya mungkin. Kegiatan bakti sosial, jasa kemasyarakatan, kepiawaian serta orator cerdas kader PKS dan lain-lainnya hanya menyisakan bekas yang sedikit dihati masyarakat Indonesia sementara waktu ini.

Sebaliknya Demokrat bak "virus" dapat mendominasi perolehan suara hampir disetiap wilayah Indonesia, maupun luar negeri. Golkar dan PDIP pun masih mempertahankan eksistensinya sebagai partai besar. Padahal kedua partai besar ini, secara gerak nyata mesin politiknya ditingkat bawah nyaris dikatakan tidak bergerak sama sekali dalam menjalankan program layanan kemasyarakatan. Namun mereka tetap eksis dengan perolehan suara besar, ada apa ini?Mengapa bisa begitu?

Kematangan Usia, Penguasaan di Daerah, dan Ketokohan
Golkar dan PDI telah eksis dari sekitar tahun 60-an manjadikan mesin partai ini cukup menjangkau seluruh wilayah Indonesia sampai kepelosokdan dapat bekerja secara sistematis. Aparatur desa yang ada juga turut andil dalam kelestarian dan sosialisasinya pada masyarakat, walau kurang terlihat secara eksplisit seperti petugas penyuluh lapang, lurah, bahkan linmas. Selain itu juga penguasaan media, menjadi "corong" mereka yang aktif. Kader-kader mereka yang menjabat sebagai kabinet menteri dan kepala daerah, telah membuktikan keberhasilan dalam menjalankan program kerjanya, hingga ini menjadi suatu "penguatan" dan penjagaan konstituen tingkat nasional maupun daerah. Masyarakat sangat merasakan manfaatnya dan teringat terus dalam hati dan fikirannya.

Demokrat walau masih berusia muda belia, namun dengan ketokohan dalam gaya elegan dan santunnya SBY telah berhasil membangun kepercayaan dan image baik dimasyarakat, kinerjanya sebagai presiden banyak mendapat acungan jempol. Memang masyarakat secara dominan hanya melihat faktor "ketokohan" itu, tapi kenyataan ini adalah keberuntungan yang tidak disengaja diperoleh Demokrat hingga menjadikan suara mayoritas di tingkat nasional pada 2009 ini.

PKS telah eksis 10 tahun, sekarang ini adalah masa "lucu-lucunya" dengan segala kelebihan dan manuver politik yang dimiliki, cukup banyak menarik perhatian massa. Namun rupanya itu semua belumlah cukup. Baru cukup indah untuk dikatakan dan dilihat, belum melekat pada lubuk hati masyarakat secara merata dan menyeluruh. Dibeberapa ajang PILKADA, PKS telah banyak memenangkan kader-kader terbaiknya untuk memimpin, ini dapat menjadi modal dasar penguatan tingkat daerah. Bahkan hitung-hitungan analisisnya, andai PKS bisa menguasai 14 Propinsi saja dalam PILKADA, pantas dan bisa mengusung salah satu kader terbaik untuk menjadi RI 1 pada periode 2009-2014.

Koalisi Terbaik Kunci Sukses PKS
Hasil penghitungan real KPU walau belum final, sudah memberikan gambaran hingga partai-partai mengarahkan formula koalisi dalam tahap selanjutnya, yaitu PILPRES dan menguasai kabinet.
Golkar dan PDIP seperti menyimpan energi perjuangannya untuk menguasai kursi eksekutif RI 1. Berbagai manuver politk boleh saja mereka lakukan. PKS harus tetap berjuang juga mencapai itu, karena untuk perubahan kita harus menjadi pelaksana bukan pemberi himbauan.
Demokrat akan sangat hati-hati menentukan pilihan koalisinya terhadap Golkar, apalagi PDIP. Pada skenario akhir bila PKS dapat meyakinkan Demokrat untuk berkoalisi, kemungkinan RI 2 dari PKS adalah Hidayat Nur Wahid, maka PKS pantas mengajukan maksimal 5 orang nama kadernya untuk duduk di kabinet. Walau kementrian strategis tentunya akan sangat dikuasai Demokrat dan kroninya SBY.

Kemenangan MUTLAK periode 2014
Pada akhirnya perjuangan harus dilanjutkan, eksekutif dan legislatif dari kader PKS harus berjuang keras menjalankan segala amanah yang diemban dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan hingga dengan program kerjanya yang ada, masyarakat tidak lagi hanya kita beri "permen" berupa pelayanan baksos yang sifatnya spot-spot dan sporadis, tapi bisa lebih luas dampaknya pada masyarakat. Arahkan APBD semaksimal mungkin bagi kemaslahatan umat, terutama mereka-mereka yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah. Pembangunan infrastruktur yang tertata rapih dan berkesinambungan membuat roda perekonomian dan sosial kemasyarakatan lancar. Tentunya semua dilakukan dalam kerangka akuntabilitas dan transparansi yang baik, demi meningkatkan image baik masyarakat terhadap kinerja kader-kader PKS. Kedepan PKS berusaha membuat atau menguasai media massa dalam skup nasional

Kader ditingkat gressroad tetap ikut menjaga konstituen dng menjalankan berbagai program rutin kemasyarakatan, karena tetap itu juga memberikan pengaruh hawa baik penilaian masyarakat terhadap PKS dan ikut mendongkrak suara di 2009 ini. Tingkatkan pelayanan dan syiar pada umat, perluas jaringan kaderisasi, sudah waktunya konsentrasi dan perhatian khusus terhadap terbentuknya PJRT yang futuh di setiap pelosok wilayah Indonesia, karena mereka akan menjadi ujung tombak dan duta bagi penyampaian visi misi PKS pada masyarakat. Bila setiap amanah dan aspek perjuangan PKS bisa berjalan insyaAllah kemenangan MUTLAK akan kita raih di 2014, bahkan tahun-tahun sebelumnya. Yakinlah saudaraku!! Lanjutkan perjuangan dan jalankan amanah sebagaimana mestinya, karena itu menjadi pertanggungjawaban kita di yaumil akhir nanti.


Wassalamu'alaikum wr. wb.,

Rudi Sudardjat, SSi
-----------------------------------------------------------------------------
Institute of Natural & Regional Resources (INRR)
Pandan Valley Blok C5/No. 8
Kemang Bogor 16310
Phone +62-251-7533694 ext 119
Fax +62-251-7531287
Mobile +62-8128692556
Address: Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor
E-mail: rudi@inrr.org,
web: www.inrr.org,

henry rusmana said...

Mari kita semua do'akan : Semoga Majlis Syuro membuat keputusan terbaik tgl. 25-26 April 09. Sehingga membawa kemaslahatan bagi bangsa ini, menyuburkan simpati hati para simpatisan, menentramkan hati para kader serta membangkitkan semangat untuk meneruskan amanah da'wah yang diwariskan para nabi Allah SWT.

Kepada Jajaran Pengurus DPP, akuilah: bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi. Mulai dari simpati masyarakat terhadap da'wah yang tidak sesuai dengan target (20% keterwakilan legislatif), Kader-kader inti yang sering bicara terlalu vulgar dan terkesan kurang Islami dalam membicarakan kekuasaan, Kader-kader di legislatif yang kurang memberi keteladanan dalam da'wah kepada hidup sederhana, melupakan parameter kemenangan adalah tingkat ketaqwaan kepada Allah SWT (dimana saat ini lebih fokus pada 5 sumber daya politik, yang PKS miliki tidak terlalu besar dibandingkan partai lain) dll.

Ingatan saya, pada tahun 2004, ketaqwaan para kader yang ditunjukkan dengan semangat bekerja, pengorbanan dan keikhlasan , berbuah pada simpati masyarakat yang begitu besar terhadap da'wah ini (kenaikan suara sampai 600%). Padahal sumber daya PKS di legislatif kecil bahkan tanpa keterwakilan di eksekutif. Semua itu lebih karena pertolongan Allah SWT.

Bandingkan dengan segala sumber daya yang dimiliki tahun 2009. Mulai dari keterwakilan di Legislatif maupun eksekutif, sumber pendanaan yang lebih banyak, akses ke media massa yang lebih besar, dll. Apa yang kurang ?! Jika benar perolehan 2009 hanya 11% suara nasional, itu berarti kenaikannya tak lebih dari 30%. Sepertinya cahaya da'wah ini tidak secemerlang tahun 2004.

Sebagai seorang Simpatisan PKS, saya menitipkan kepada para anggota Majlis Syuro, Jajaran DPP, MPP, Dewan Syari'ah, agar Jama'ah yang metamorfosis sebagai Partai Politik ini meningkatkan Kecintaan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT agar terhindar dari ancaman Allah : mengganti dengan satu generasi atau jama'ah yang lebih mencintai-Nya.

Anonymous said...

Gerakan dakwah dalam bentuk partai politik memang Complicated....
merajut dua sisi yg berbeda "syariat/dakwah" dan "politik" yg masih jahiliyah dengan arus besar masyarakat yg masih jahiliyah.
what next....
1. Kader kembali ke asolah dakwah mentarbiyah masyarakat menjadi murrabbi teladan bagi binaannya, jgn nganggur dgn tidak membina.
2. Qiyadah harus bisa memberikan keteladanan kpd kader dibawah, yg selama ini hilang. mereka adalah panutan.
3. Ukhuwah dan cross check terhadap informasi2 yg bisa jadi fitah dan gunjingan