Monday, April 19, 2010

Artis di Pilkada, Tanda Partai Bermasalah

Artis di Pilkada, Tanda Partai Bermasalah
Partai-partai politik tidak bisa melakukan kaderisasi kepemimpinan dengan baik.
Senin, 19 April 2010, 13:34 WIB


VIVAnews - Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq, melihat fenomena artis ikut pemilihan kepala daerah adalah masalah yang berakar pada partai. Partai, kata anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat itu, gagal melakukan kaderisasi.

"Majunya banyak selebritis dalam pilkada menandakan akar masalah ada di partai. Partai-partai politik tidak bisa melakukan kaderisasi kepemimpinan dengan baik. Lantas, karena ambisi berkuasa, mereka mencomot orang-orang yang tidak punya basis politik tapi mempunyai popularitas signifikan," ujar Mahfudz di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 19 April 2010.

"Jadi, orang-orang yang dicomot semacam itu, sebagian hanya diperalat oleh parpol," kata Mahfudz. "Selebritis-selebritis yang sekarang dihujat dan dipojokkan di media, mereka juga bagian dari korban."

Arif Wibowo, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, juga berpendapat senada. "Munculnya banyak selebritis di kancah pilkada ialah karena rekruitmen dan kaderisasi di tubuh parpol yang kurang baik," katanya. "Juga karena faktor uang."

Selebritis, kata Arif, memiliki banyak uang sebagai modal. "Tapi tidak semua parpol mau berisiko memajukan selebritis. Ayu Azhari saja tidak kami (PDIP) calonkan karena kami tidak ingin menanggung citra negatif," katanya. (ism)

No comments: