Friday, May 15, 2009

PKS: Demokrat Jangan Takabur


PKS: Demokrat Jangan Takabur
Republika, Jumat, 15 Mei 2009 pukul 23:39:00
Seharusnya, Demokrat percaya kekuatan terbesar ada di Tuhan.

JAKARTA -- Pernyataan kubu Partai Demokrat (PD), yang menyebut kekuatan Tuhan mengubah keputusan yang diambil Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya satu persen, menuai kritik. PD dianggap takabur dengan mengeluarkan pernyataan ini.

Ketua DPP PKS, Mahfudz Siddiq, mengingatkan, agar PD jangan sombong dan takabur dalam menjalankan komunikasi politiknya. ''Kalau saya mau membalikkan pernyataan Demokrat menjadi 99 persen (keputusan) di tangan Tuhan dan satu persennya di tangan SBY. Jangan takabur gitu dong masa Tuhan dikasih porsi satu persen,'' ujar Mahfudz di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/5).

Pernyataan ini merupakan respons atas pernyataan yang dilontarkan Wakil Ketua Umum DPP PD, Achmad Mubarok. Saat itu, Mubarok menegaskan sudah tidak ada lagi kekuatan yang bisa mengubah keputusan SBY. Kalaupun masih ada daya Tuhan mengubah keputusan SBY, kemampuan itu hanya diberi kadar satu persen.

Atas pernyataan itu, Mahfudz mengingatkan, banyak sekali kisah kekalahan seseorang lantaran dirinya merasa paling digjaya dan menyingkirkan peran Tuhan dalam kehidupannya.

Betapa pun yakinnya manusia bisa mengendalikan keadaan dan masyarakat sosialnya, namun Tuhan hendaknya tetap ditempatkan pada posisi paling tinggi. ''Tidak hanya dikasih satu persen begitu,'' ujar Mahfudz.

Dicontohkannya, Pemilu 1999 telah membuat PDIP menjadi kekuatan politik paling dominan dengan meraih dukungan lebih dari 30 persen suara pemilih. Dukungan yang amat besar tersebut ternyata tidak membuat PDIP, yang diidentikkan sebagai parpol sekuler, menyatakan Tuhan hanya punya peran satu persen.

Mubarok membantah kalau PD takabur. Menurut Mubarok, justru apa pun keputusan PD atas penetapan cawapres, bisa saja batal bila Tuhan mengizinkan.

''Bukan, ini bukannya takabur. Justru filosofisnya benar yang saya katakan itu. Karena Tuhan Mahabesar, walau hanya hanya kemungkinan batalnya cawapres itu cuma satu persen, bila Tuhan mengizinkan, cawapres itu bisa saja batal,'' kata Mubarok.

Bisa mengancam SBY
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Saiful Mujani, mengatakan, koalisi PD akan terguncang bila PKS memutuskan keluar. ''Kalau PKS keluar dari koalisi dengan Partai Demokrat, itu pengaruhnya paling signifikan,'' kata Saiful.

Dampak keluarnya PKS bisa menggembosi elektabilitas SBY di Pilpres 2009. ''Mungkin bisa mengurangi sampai 20 persen atau di bawahnya,'' kata Saiful. Ia juga menjelaskan, angka dukungan terhadap duet SBY-Boediono bukanlah angka absolut yang menggambarkan harapan responden.

Diingatkan pula, rentang angka dukungan terhadap SBY-Boediono sebesar 67,2 hingga 72,8 persen, karena masih dipengaruhi oleh euforia kemenangan PD. Saiful memperkirakan, bila pengaruh euforia itu hilang, angkanya akan berubah.

Koordinator Nasional (Kornas) Koalisi Kerakyatan, Jumhur Hidayat, meminta semua pendukung SBY untuk bersikap dewasa. ''Marilah kita semua dewasa dalam berpolitik. Kita ciptakan suasana yang kondusif. Janganlah pragmatisme sesaat yang dikedepankan,'' ungkapnya.

Manuver parpol yang mengancam keluar dari koalisi PD dianggapnya hanya gertak sambal. Menurutnya, pada akhirnya mereka akan gabung lagi untuk mengusung duet SBY-Boediono.

Penolakan berlanjut
Aksi penolakan terhadap Boediono masih terus berlanjut. Tidak hanya dari partai politik, tapi juga dari masyarakat. Bahkan, berbagai spanduk penolakan juga dipasang di beberapa titik di Kota Bandung.

''Kalau Boediono tetap jadi cawapres, kami siap mengajak masyarakat Jawa Barat untuk tidak memilih SBY dalam pilpres nanti,'' kata Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung, Lili Muslihat, Kamis (14/5).

Aksi penolakan Boediono ini juga ditunjukkan oleh berbagai kalangan dengan menempelkan spanduk di berbagai sudut di Kota Bandung. Salah satu spanduk yang dipasang itu bertuliskan Say No to Boediono, Say Yes to Budi Anduk. ade/evy/rfa

34 comments:

Anonymous said...

assalamualaikum wr, wb

selamat atas PKS yang mendukung SBY-Budiono. setelah kejadian ini tolong Pak Mahfudz dan para pemimpin PKS lainnya tidak lagi menyatakan PKS partai islam. "Ya Alloh lindungilah kami umat islam dari orang-orang munafik"

Anonymous said...

Kami kecewa dengan hasil tadi malam, ternyata omongan para elit PKS tidak bisa dipegang. Kami kader yang ikut bersama dengan PKS sejak 99 -2009 merasa kecewa karena ternyata kami hanya membela orang-orang yang tidak sesuai apa yang diucapkan dengan perbuatannya. Selamat tinggal PKS harapan itu sudah sirna..

Kader dari Jawa Timur

Anonymous said...

Allohuakbar

Kami umat islam bersedih karena PKS yang selama ini dijadikan titik tumpu perjuangan umat islam di Indonesia telah hancur oleh para pimpinannya. tapi ini memberikan pelajaran kepada kami umat islam siapa itu sebenarnya Pak Hilmi A, Pak tifatul Sembiring, dan Pak Anis Mata yang tidak lebih dari seorang munafik yang mengaku islam.
"Semoga Alloh melaknat orang-orang munafik yang menghancurkan islam dari sejak zaman para nabi, Amin".

-pencontreng PKS

BrightFuture said...

Kecewa saya Kang Mahfuds, saya mengharapkan kemarin PKS benar2 akan mundur dari koalisi Demokrat.
Saya adalah salah satu kader di depok, sya benar2 tidak rela PKS dijadikan ketiak Demokrat.
Selama ini Demokrat telah menunjukkan sifat Yahudi nya yaitu dengan sering melanggar perjanjian.
Hmm, apa saya keluar saja dari PKS, karena kelihatannya PKS memang tidak berniat menjadi partai yang besar, bersih, dan peduli.

Anonymous said...

assalamualaikum wr, wb
Sy dulu adl simpatisan PAN setelah beberapa waktu yang sy anggap PAN idealis tapi ternyata tdk sy tinggalkan PAN lalu sy beralih ke PKS lingkungan dan keluarga adl simpatisan dan kader PKS (kebetulan rumah dekat dengan Ust. Heriawan/Gub. Jabar) tp setelah lihat manuver PKS dlm pilpres ini sy anggap PKS telah melacurkan diri (koalisi dg demokrat), sy kecewa lg lbh baik PKS semalam independent. Bagaimana tidak setelah dilecehkan Demokrat tapi dirayu dg iming-iming kembali lagi lebih baik golput sj sya.

Anonymous said...

Kami Kecewaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dg elite PKS, Independen adalah jawaban terbaik Kami kader PKS sejak PK berdiri PKS adalah partai yg santun, jujur, bersih dan peduli tapi sy anggap ternyata sama saja, hr ini juga sy nyatakan mengundurkan diri menjadi kader PKS. Hidup Golput

Anonymous said...

Kalau melihat manuver PKS yang mencla-mencle begini, buat apa sy berjuang membela PKS dari dulu. Saya merasa tertipu sama saja PKS dengan Parpol lain. Mana perjuangan PKS jelaskan kepada kami hai elite PKS. Jangan melacurkan diri hanya demi jabatan. Kami kader PKS kuciwa berat dan tidak akan pilih PKS untuk selamanya (sebelum menarik dukungan kpd SBY Berbudi) semoga Tuhan mengampuni hamba-hambanya yang berserah diri
amin

Anonymous said...

kecewaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, golpuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttt,

Anonymous said...

Mana, bersih?
Mana, peduli?
mana, jujur?
mana, profesional?
kalau orang munafik diserahi tugas memimpin Organisasi Islam. Pelacur Politik akan menghancurkan jargon itu. Amanah dari umat tidak dijalankan tunggulah kehancurannya.

Anonymous said...

Saya telah menyaksikan kehancuran bangunan idealisme semalam, sinar yang sy tunggu diujung terowongan ternyata hanya fatamorgana. Selamat tinggal PKS tunggulah kehancuranmu

Anonymous said...

Saya telah menyaksikan kehancuran bangunan idealisme semalam, sinar yang sy tunggu diujung terowongan ternyata hanya fatamorgana. Selamat tinggal PKS tunggulah kehancuranmu

Anonymous said...

Assalamualaikum wr, wb
"Demi Alloh yg memegang jiwaku. Dan demi Alloh Raja dari langit dan bumi. Lebih baik golput daripada memilih orang-orang munafik."
Saya kecewa dengan PKS

-pemilih PKS

Anonymous said...

Allohuakbar,
Tolong diganti 3 pimpinan puncak PKS $(Hilmi Aminudin=ketua dewan syuro, Tifatul Sembiring=Ketum PKS, dan Anis Matta=Sekjen PKS)$
sebelum PKS terlanjur hancur, sebelum umat islam tdk pny harapan lg

calon kader PKS

Anonymous said...

Pemilihan Boediono merupakan sititik tanda kecil/indikasi awal bahwa menegakkan nilai-nilai keadilan (illahiyah) tidak akan pernah berujung pada keberhasilan melalui penglibatan dalam sistem demokrasi hatta merupakan syiasyah untuk memberikan iklim dakwah yang lebih kondusif.

Fakta syiroh kenabian dan syiroh modern di Aljazair, Palestin, Mesir, Indonesia dll menunjukkan bahwa tidak ada keberhasilan dakwah dalam sistem demokratis. Sedikit mengingatkan sejarah Keindonesiaan, piagam Jakarta hanya atas nama rakyat Indonesia bagian timur dirubah mejadi sila pertama sebagaimana tercantum dalan teks pancasila saat ini, selanjutnya sidang MPRS yang sesungguhnya di dominasi oleh Masyumi, Partai NU, Parmusi, dll tak mampu mengembalikan piagam jakarta. Hanya angin surga keberpihakan pura-pura saja yang berhasil dicapai oleh lembaga legislasi itu pun dengan motif-motif tertentu (aturan legal formal tentang haji, pernikahan, zakat, dll). Sesungguhnya tidak ada istilah kompilasi hukum Islam dalam hukum thogut.

Oleh itu, sebaiknya kembali pada penguatan aktivitas tarbiyah. Futuh mekah dicapai melalui tarbiyah, bukan pendekatan pengambil alihan kekuasan ketika kekuasaan itu ditawarkan pada seorang Muhammad oleh lembaga thogut pada waktu itu.

Mari kita bikin deliniasi yang tegas antara kewalaan kita pada Allah, dan kebaroan pada thogut termasuk sistem demokrasi.

Anonymous said...

emilihan Boediono merupakan sititik tanda kecil/indikasi awal bahwa menegakkan nilai-nilai keadilan (illahiyah) tidak akan pernah berujung pada keberhasilan melalui penglibatan dalam sistem demokrasi hatta merupakan syiasyah untuk memberikan iklim dakwah yang lebih kondusif.

Fakta syiroh kenabian dan syiroh modern di Aljazair, Palestin, Mesir, Indonesia dll menunjukkan bahwa tidak ada keberhasilan dakwah dalam sistem demokratis. Sedikit mengingatkan sejarah Keindonesiaan, piagam Jakarta hanya atas nama rakyat Indonesia bagian timur dirubah mejadi sila pertama sebagaimana tercantum dalan teks pancasila saat ini, selanjutnya sidang MPRS yang sesungguhnya di dominasi oleh Masyumi, Partai NU, Parmusi, dll tak mampu mengembalikan piagam jakarta. Hanya angin surga keberpihakan pura-pura saja yang berhasil dicapai oleh lembaga legislasi itu pun dengan motif-motif tertentu (aturan legal formal tentang haji, pernikahan, zakat, dll). Sesungguhnya tidak ada istilah kompilasi hukum Islam dalam hukum thogut.

Oleh itu, sebaiknya kembali pada penguatan aktivitas tarbiyah. Futuh mekah dicapai melalui tarbiyah, bukan pendekatan pengambil alihan kekuasan ketika kekuasaan itu ditawarkan pada seorang Muhammad oleh lembaga thogut pada waktu itu.

Mari kita bikin deliniasi yang tegas antara kewalaan kita pada Allah, dan kebaroan pada thogut termasuk sistem demokrasi.

Komentar saya ini adalah bukti kecintaan saya, kepada para ikhwan wal akhwat. Semoga kita selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat, Allah tetap mempersatukan hati -hati kita, (Akhi...semoga kita dapat berdiskusi lebih lanjut dalam ngopi.yuk@gmail.com)

Anonymous said...

Kira2 siapa ya oknum2 petinggi PKS yg menghancurkan partai islam ini???

Anonymous said...

mungkin kl bkn ketua dewan syuronya ustd. hilmi Aminuddin, PKS g akan "nyeleneh" kaya td malem..

Anonymous said...

GW rasa bkn hanya ustd. hilmi yg harus diganti. tp pak tifatul & pak anis matta jg hrs kudu diganti,..
Save PKS from munafikuun

Anonymous said...

Asslamua'alaikum Wr. Wb.

SATU KATA YANG ANA UCAPKAN .. YAITU, KECEWA ... dengan Sikap Qiyadah PKS atau OKnum PKS ... kenapa yah ... makin ke sini koq makin kayak partai yang lain aza ... Ini PArtai Dakwah atau apa ... tolong jelaskan... kenapa PKS bergabung dengan SBY-Boediono?
jadi kalau memang mendukung... jangan teriak-teriak di media dong... POLitik sih politik ....
ah .... PKS Sekarang sudah berubah ... MARI KITA SELAMATKAN PKS ...

Anonymous said...

Semalam jam 19.30 hatiku patah, asa ku punah, kemunculan Presidenku dg gaya yang jauh dari santun ditinggalkan. Kemunafikan menebar dimuka idola-idolaku. Tandatangan telah ditorehkan di Cikeas tadi siang. Apalagi yang kuharapkan dari partaiku. Selamat jalan kutunggu kehancuranmu bersama antek yahudi/amerika.

Anonymous said...

Ane orang betawi gemes lihat gaya kucing-kucingan pemimpin PKS. Kalau tidak ingat kite punya agame yang santun sudah keluar tuh yang namanye penghuni ragunan. Mendingan ane pilih golput aje deh daripade pilih orang munafik dan nggak punye pendirian yang tegas kayak Si Pitung

Anonymous said...

Hatiku langsung berhenti berdetak ketika TIfatul Sembiring muncul dilayar TV semalam. Mana pendirian mu ya PKS insyaflah sebelum terlanjur atw konstituen akan menggantungnya menjadi partai rapido good bye PKS

Anonymous said...

Seorang suami (ulil amri) dalam keluarga (kelompok Kecil) harus bisa mengatur/menyuruh isterinya memakai jilbab (dlm alquran, seorg mukmin hrs taat pd alquran/hadist rosul/ulil amri). Kalau dia tdk bisa mengatur keluarganya, bagaimana mungkin dia bisa mengatur negara RI dgn baik.(isteri sby/budiono tdk berjilbab demikian pula dgn mega pro). Pilihan kita (& juga selaku ulil amri dari PKS) akan dimintai pertanggungan jawabnya oleh Allah (termasuk juga apakah kita sdh tepat berpihak pada capres yg benar). Selama kita masih hidup, masih ada waktu utk berubah/bertobat.

Anonymous said...

Assalamualaikum wr, wb

Mungkin in yg dikatakan nabi besar kita Muhammad SAW, bahwa pada akhir jaman nanti umat islam banyak tp dijadikan makanan empuk oleh yahudi dan nasrani karena terkena penyakit "wahn", yaitu penyakit cinta dunia dan takut mati.
Dan penyakit "wahn" sudah menjangkiti para pemimpin PKS,
Mereka sudah terlalu cinte mati ame dunia (harta dan kekuasaan)

Anonymous said...

Ass. Ayo Bang Mahfudz, belum waktunya kiamat bagi sejarah da'wah pks..Masih ada waktu tabayyun, introspeksi diri dan perbaikan.

Perbaiki kelemahan apresiasi, pensikapan dan komunikasi politik da'wah pks dimasa datang. Sehingga tidak menimbulkan kesalah-pahaman konstituen dan para kadernya.

Banyaklah berkomunikasi kepada para kader dan konstituen, untuk menjelaskan keputusan pks tentang dukungan capres yang penuh kontroversi dan membetot emosi massa.

Sejarah da'wah Rasul SAW pun, mencatat adanya keputusan kontroversial qiyadah yang pada akhirnya dapat diterima dengan kesadaran adanya hikmah dan manfaat yang besar bagi da'wah dan kemaslahatan ummat.

Bukankah menurut KPU, masih ada waktu waktu untuk merubah pasangan Cawapres (Rakyat Merdeka, 17 Mei 09)? Kalo masih ingin diperjuangkan demi keterwakilan da'wah dan ummat ini ? Sehingga Pemimpin da'wah memiliki waktu yang cukup untuk belajar mengelola negeri ini ? Yang pada gilirannya da'wah berhasil mengantarkan negeri kepada masa keemasannya ?

Anonymous said...

Duhai PKS Mudah-mudahan kita bertemu lagi 2014,... Sekarang mari kita dukung JK-WIN. Alasan :
1. Deklarasi sederhana.
2. Keluarga berjilbab.
3. Insya Allah Pro Kerakyatan.
4. Bagaimana kita mau mendukung Palestina klo yang kita dukung Pro Amriki.

Walau Dongkol Semoga menjadi pembelajaran buat PKS, Pemilih PKS adalah pemilih PINTAR. Dan pemilih PINTAR adalah PEMILIH yang tidak melihat siapa pemimpinnya TETAPI MELIHAT APA YANG DILAKUKAN PEMIMPINNYA.

Anonymous said...

Kalo ane jad qiyadahnya PKS.. mungkin juga bingung n stress...

gabung ke mega.pro.. bakal dihujat abis
gabung ke jk-win lebih-lebih krn pro orba...
gabung ke sby dikira dukung antek asing...
kalo gak gabung kemana-mana ntar dibilang gak punya pendirian...
????????????? gmn coba emang enakan jd penonton aja, apalagi bisa menghujat seenaknya.
tapi mungkin PKS menggunakan prinsip kemaslahatan umum diutamakan daripada kemashlahatan khusus..
gabung ke sby bisa jadi dinilai bisa memberikan kemaslahatan umum yg lebih besar bagi umat... maju terus PKS, krn sedikit banyak sdh bisa memberikan kebaikan walau sedikit.
tapi itu lebih baik daripada diam dan tidak membuat perubahan apalagi sambil menghujat dan menuduh munafik... anda tahu hukumnya menuduh munafik???? Rasulullah aja gak berani

Anonymous said...

Assalamualaikum wr, wb

Hi bung, tidak mendukung salah satu capres justru menjadikan PKS sebagai partai islam yg konsisten di jalan Alloh swt. PKS masih bisa berdakwah walau hanya menjadi check and balence di DPR.

INGAT KEKUASAAN BUKAN SYARAT BERDAKWAH.

jd sy kira ada yg salah dengan pola pikir qiyadah
*dan ingat bung nabi besar kita Muhammad SAW memberikan ciri2 orang2 munafik:
"Apabila berbicara ia berbohong, Apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat"

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa sebaiknya kita tdk berkoalisi dg PD dan sby:
1. Ingat Bung dalam PD para calegnya tdk sedikit yg non-islam, dan artis (Ingat bung apabila suatu urusan tdk diberikan kepada ahlinya tunggu kehancurannya)
2. SBY TIDAK AKAN PERNAH MW DAN BERANI membubarkan AHMADIYAH. Itu pertanda SBY membiarkan perusakan Aqidah
3.Selama pemerintahan SBY kemiskinan masih tinggi tanpa ada kemajuan yg berarti (Anda bs cek data BPS). Ini disebabkan konsep kebijakan ekonomi sby yg salah (selalu mementingkan pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan pendapatan). INgat bung rakyat miskin kebanyakan umat islam sendiri di INdonesia
-HARAP DIRENUNGKAN-

Wassalamualaikum wr wb

Anonymous said...

Memang sih kekuasaan bukan syarat berdakwah, tapi penting untuk mengarahkan kemaslahatan, perlu diingat banyak orang islam sendri sekarang sudah tidak takut sama Al Quran dan hadist tapi lebih takut sama polisi atau satpol PP.
emang ada yg salah ya bila kita berkerjasama dengan non muslim demi kebaikan bersama.
sudahlah jgn saling menghujat lakukan yg terbaik bagi diri kita.... sayang bila potensi kita habis hanya dengan berdebat mana yg benar...
marilah kita coba mendekatkan mereka yg masih jahiliyah kepada Islam.
kita doakan agar para qiyadah diberikan kemudahan dan petunjuk jalan yg lurus

Anonymous said...

Terima kasih PKS, terima kasih pa anton, Indonesia saat ini sudah swasembada beras...
maju terus PKS, jangan serahkan pemerintahan pada tangan2 yg tidak paham Islam

salam
petani dan peternak

Mahfudz Siddiq said...

Ikhwahfillah, seluruh kader dan simpatisan PKS, semoga Allah menyertai langkah-langkah kita dengan nikmat dan petunjuknya.
Berikut kesepakatan antara Ketua Majelis Syura PKS Ust. KH Hilmi Aminudin dengan Capres SBY pada hari Jum`at, 15 Mei 2009 di Bandung, yang merupakan bagian dari kontrak politik sebagai lampiran yang tidak terpisahkan dari piagam koalisi yang ditandatangani partai-partai di Cikeas Sabtu, 16 Mei 2009.
Kontrak Politik itu berisi 4 hal, yaitu kesepakatan :
1. Aturan main koalisi di pemerintahan
2. Aturan main koalisi di parlemen
3. Platform kebijakan pemerintahan koalisi dibidnag politik, ekonomi,sosbud dam hublu
4. Mekanisme komunikasi koalisi
Naskah kontrak politik inilah yang belum disepakati oleh kedua tokoh, sementara hal ini menjadi syarat koalisi yang ditetapkan Majelis Syura PKS

platform kebijakan bidang ekonomi yang disepakati PKS dan SBY, ada 3 hal pokok yaitu pertama, pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan pemerataan ekonomi, kesamaan dan kemudahan akses, informasi, dan peluang usaha, serta pemberdayaan kemampuan usaha

Kedua, menegakkan kedaulatan ekonomi nasional dengan mereformasi kebijakan makro ekonomi yang mengarah kepada kemandirian dan kesetaraan serta kedaulatan ekonomi rakyat.
Ketiga, ketahanan dan kemandirian ekonomi di sektor pangan, energi, dan air melalui revitalisasi, efesiensi, intensifikasi dan diversifikasi.

Demikianlah kesepakan hasil dari tarik-ulur dan komunikasi yang telah tercapai antara PKS dan SBY. semoga ini bisa memberikan pelurusan atas semua misinformasi dan kesalahpahaman yang telah terjadi.

Unknown said...

Assalamualaikum wr wb

Yth. kang mahfudz,

Menanggapi penjelasan kang mahfudz, saya hanya ingin sedikit mengingatkan beberapa point penting kpd kang mahfudz,

1. Kang, selama sby memerintah beliau tidak menunjukan sebagai pemimpin muslim. Beliau tidak mw untuk membubarkan Ahmadiyah yg jelas2 telah merusak akidah islam.

2. Kang selama sby memerintah ekonomi kita tidak mengalami kemajuan dalam hal pemerataan pendapatan, kemiskinan dan kemandirian ekonomi. ini terlihat dari rasio gini yg semakin memburuk, tingkat kemiskinan yang semakin tinggi, dan meningkatnya hutang luar negeri kita. Padahal tiga hal itu yg telah dijanjikan sby pd pilpres 2004 dlm mensejahterakan rakyat. Dan hal tersebut yg sekarang disepakati oleh ust. Hilmi A dan sby.

3. Kang pada wktu sby memerintah kita kehilangan blok cepu yg diberikan kpd exxon mobil, padahal secara tegas pertamina pada wktu itu telah mengatakan sanggup mengelola blok cepu. Bagaimana mungkin kita bs mendapatkan kemandirian ekonomi apabila dipimpin oleh sby yg telah jelas menjual sumber energi kepada asing disaat BUMN kita sanggup mengelolanya.

Jadi kang, krn track record selama memerintah tsb, sangat kecil kemungkinan sby bs menepati point2 itu, khususnya point 3.

*Terakhir harap penjelasan dari kang mahfudz mengenai kabar bahwa:

Prinsip Musyarokah ''Muhtamal Rojih fauzuhu'', menurut ijtihad TIM, insya Allah ada pada SBY.

Dan kandungan Prinsip Musyarokah "Muhtamal Rojih fauzuhu" itu sendiri

Harap Kang Mahfudz memberikan penjelasan (Atau dapat langsung ke email sy: gtjingga5@gmail.com)

wallohu a'lam.

Wassalamualaikum wr wb

-Pemilih PKS 2009

Mahfudz Siddiq said...

Insyaallah pilihan ini yg terbaik setelah berbagai macam pertimbangan.

wallahualam

insidewinme said...

Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu