Wednesday, May 18, 2011

Cuti Bersama karena Pejabat Ingin Libur

18 May 2011


JAKARTA (Suara Karya) Kecaman terus bemunculan akibat penetapan hari Senin (16/5) sebagai hari cuti bersama. Dicurigai, hal ini hanya untuk mengakomodasi keinginan libur para pejabat pemerintah. DPR pun mengecam kebijakan tersebut karena "merusak" agenda kerja yang telah ditetapkan.

Demikian kumpulan pendapat pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago, Wakil Ketua Komisi ID DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Shiddiq, dan anggota Badan Anggaran DPR Bachrudin Nason, yangdisampaikan secara terpisah di Jakarta kemarin.

Andrinof mempertanyakan alasan penetapan hari libur itu untuk efisiensi dan efektivitas kerja.

"Alasan ini tidak masuk akal, mungkin lebih karena pejabat ingin libur. Kita disuruh menyesuaikan dengan keinginan pribadinya," ujarnya.

Akhir pekan lalu, pemerintah memutuskan menetapkan tanggal 16 Mei 2011, di antara Minggu (15/5) dan libur Waisak, Selasa (17/5), sebagai cuti bersama.

Mcnurut Andrinof, cuti bersama lazimnya dilakukan agar kerja pegawai negeri sipil (PNS) lebih efisien dan efektif. Namun, pemberitahuan mesti dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Dengan begitu, birokrat bisa merencanakan vakansinya. Sedangkan sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata juga dapat menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumen. "Ini buruk sekali, dilakukan tanpa perencanaan, yang terjadi malah kekacauan," ucapnya.

Ia menilai libur mendadak kemarin sejatinya merugikan pegawai negeri. Sebab, mereka tak bisa merencanakan libur, sekaligus menjadi terbiasa dengan sistem pelayanan yang tidak jelas. Mereka yang sudah telanjur merencanakan kerja di hari Senin pun terpaksa membatalkannya, sehingga produktivitas merosot.

Masyarakat umum pun turut merugi. Pasalnya, kepentingan mereka boleh jaditak bisa terlayani di kantor pemerintah. Sikap pemerintah yang menetapkan 16 Mei 2011 sebagai libur fakultatif juga menyebabkan masyarakat ragu apakah pelayanan di kantor pemerintah tetap tersedia atau tidak. Sebelumnya, kritik terhadap cuti bersama dadakan tersebut telah datang pula dari beragam kalangan.

Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin juga mengaku kecewa atas keputusan pemerintah menjadikan Senin (16/5) sebagai cuti bersama. Sebab, hal tersebut mengganggu acara Komisi III yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Aziz meminta agar ke depan pemerintah ndak seenaknya sendiri membuat keputusan soal libur bersama.

Ketua Komisi 1 DPR Mahfudz Siddiq juga mengaku sangat kecewa lantaran jadwal rapat kerja di komisi yang dipimpinnya Senin lalu itu mesti ditunda dan dijadwal ulang.

Sementara itu, berakhirnya libur panjang, sejak Sabtu (14/5) hingga Selasa (17/5) kemarin, membuat beberapa jalur lalu lintas (laliu) menuju Jakarta dipadati kendaraan arus balik. Jalur Nagreg macet total berjam-jam, sementara jalur pantura, antrean kendaraan mencapai sepanjang 20 km. Untuk jalur Puncak menuju Jakarta diberlakukan satu arah.

Para pengendara yang melintas di tanjakan Nagreg, Bandung, Jawa Barat, terpaksa harus bersabar selama berjam-jam menyusul kemacetan yang terjadi di jalur itu. Banyaknya kendaraan yang lewat ditambah kondisi jalan yang cukup curam memperparah kemacetan di kawasan tersebut

Kemacetan di jalur Nagreg pada Selasa (17/5) terjadi sejak pagi hari, baik dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung maupun sebaliknya. Ratusan kendaraan menumpuk di kawasan itu, dan tidak bergerak selama berjam-jam.

Kemacetan di Nagreg itu mengakibatkan antrean lebih dari 7 kilometer. Titik kemacetan berada di kawasan tanjakan Nagreg. Adanya beberapa kendaraan yang mogok di jalur itu kian menambah parahnya kemacetan.

Peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta juga terjadi di jalur pantai utara (pantura), Selasa (17/5). Kemacetan total terjadi di beberapa titik, terutama pada ruas jalur di perkotaan, seperti Pekalongan, Tegal, Losari, serta Brebes. Adanya perbaikan jembatan di Sungai Sepait, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan antrean kendaraan sepanjang 20 km. Pasalnya, arus kendaraan dari dua arah harus secara bergantian melintasi jembatan tersebut.

"Kemacetan terjadi akibat satu lajur jembatan yang tersisa harus dilalui kendaraan dari dua arah," kata Suryono (40), warga Tegal yang akan balik ke Jakarta.

IFebci S/Rully/Budl Seno/Padyo S)

1 comment:

Anonymous said...

SELAMAT JALAN SANG MELATI PUTIH

Duhai sang Melati Putih, dibalik harum wangimu,
nafasmu panjang melebihi nafas kami,
ototmu kekar lebih dari otot kami,
langkahmu jauh melewati langkah kami,
keringatmu basah tercurah ke bumi Allah SWT,
demi jejak Da'wah di tiap jengkal tanah nusantara.

Duhai sang Melati Putih, warna putih mu murni,
men-sibghah putihnya bendera kami,
jadi inspirasi putihnya jiwa-jiwa Mutathahhirin,
menyemangati putihnya pembelaan saudara-saudara kami yang tertindas,
maka kami jadi saksi, putih murnimu ditengah lumpur ladang Da'wah.

Duhai sang Melati Putih, yang semerbak dan putih warnamu,
telah sampai pengembaraanmu,
dari negeri asing, yang tak hendak engkau istirahat, kecuali sampai ke rumah mu.

Semoga rumah mu terang dan tak sepi karena amalan Qur'anmu,
semoga ridha - ikhlas suami dan anak mu, membuat engkau tersenyum senang,
dan Rahmat serta Ampunan Allah SWT, menjadi paripurnanya kebahagiaan, menempati rumah barumu.

Selamat jalan, sang Melati Putih...

Allahummaghfir laha, warhamha, wa'fuanha...

======

Terima kasih kepada Ustadzah YOYOH YUSROH. Atas jejak Da'wah mu di bumi nusantara. Kami jadi saksi atas kiprah dan keteladan Da'wah mu.