Monday, February 21, 2011

Kemhan Bantah Dokumen Rahasia Militer Dicuri

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
ilustrasi

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah bahwa pencuri di hotel Lotte, Seoul, Korea Selatan mengambil dokumen rahasia militer, termasuk rencana pembelian pesawat tempur T-50.

"Saya sudah konfirmasi ke kemhan, tidak betul yang hilang data-data militer," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq saat dihubungi okezone, Minggu (20/2/2011).

Dikatakan Mahfudz, memang rombongan menhan juga ikut dalam delegasi tersebut. "Tapi menurut kemhan, pencuri itu masuk ke kamar salah seorang staf dan laptop bukan milik staf kemhan," kata Mahfudz.

"Dipastikan bahwa Kemhan tidak membawa data khusus kerjasama militer," tandas Mahfudz.

Jadi memang ketika pencurian terjadi, lanjut Mahfudz, yang mengurus ke kepolisian adalah atase pertahanan keamanan KBRI di Seoul.

Mahfudz sendiri hingga saat ini masih menunggu konfirmasi penyelidikan di sana tentang data-data tersebut. "Kita akan tunggu konfirmasi penyelidikan di sana tentang data-data apa yang hilang. Kalau kita dapat informasi kerjasama militer yang dicopy kita akan panggil pihak kemhan.

Sebelumnya diberitakan, sumber-sumber di Departemen Luar Negeri Korea selatan dan Departemen Perdagangan serta pejabat polisi, penyusup, yang terdiri dari dua pria dan seorang wanita diduga berasal dari Asia, berhasil mengunduh file rahasia dari beberapa komputer laptop delegasi ke flash memori USB.(ugo)

No comments: