Wednesday, March 18, 2009

SBY Pastikan Dukungan Koalisi Lama

17/03/09 10:09
SBY Pastikan Dukungan Koalisi Lama
R Ferdian Andi R
Presiden SBY
[inilah.com/ Raya Abdullah]

INILAH.COM, Jakarta - Seolah tak mau ditinggalkan, Partai Demokrat dan SBY diam-diam menyisir satu persatu partai politik yang kini terlibat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Tujuannya jelas, untuk memastikan dukungan untuk kedua kalinya dalam Pemilu Presiden 2009.

Sedikitnya dua partai politik yang telah dikunjungi petinggi Partai Demokrat yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Meski balutan acaranya berbeda, namun tujuannya sama, penjajakan koalisi partai politik. Menariknya, penjajakan koalisi mengarah kepada parpol yang kini terlibat di pemerintahan SBY.

Manuver Demokrat menemui sejumlah partai politik seolah menegaskan kepada publik bahwa Partai Demokrat masih ragu atas berbagai survei lembaga politik. Meski dalam berbagai survei Partai Demokrat menduduki rangking pertama hingga 20% lebih, namun komunikasi politik tetap dilakukannya.

Ini seperti memberi sinyal, Partai Demokrat tak cukup lega dengan kemenangannya di lembaga survei opini publik. Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum memiliki alasan atas kunjungan Partai Demokrat ke sejumlah partai politik pendukung pemerintah.

Menurut dia, silaturahmi politik ke pendukung pemerintahan SBY sebagai upaya menjaga koalisi dan membuka peluang koalisi lanjutan. “Kami juga ingin terus menjaga peluang yang masih terbuka untuk membangun kerjasama lanjutan,” kata Anas dalam pesan singkat yang diterima INILAH.COM, Senin (16/3) di Jakarta.

Jika ditilik satu persatu sikap partai pendukung pemerintah hampir seragam mendukung SBY. Seperti Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan PKB.

Khusus di internal PPP dan PBB, memang masih belum satu suara untuk mendukung SBY. Seperti beda suara antara Ketua Umum PBB MS Ka’ban dengan Ketua Dewan Syura Yusril Ihza Mahendra. Setali tiga uang, di PPP juga terjadi perbedaan pendapat antara Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dengan Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah.

PKS salah satu partai pendukung pemerintahan SBY yang juga telah dikunjungi petinggi Partai Demokrat secara eksplisit memberi penilaian positif. Menurut Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq, pasca pertemuan pekan lalu, partainya dengan Demokrat bakal menggelar pertemuan lanjutan. “Akan ada tindak lanjut pertemuan yang sifatnya teknis seperti membicarakan kebijakan di pemerintahan 2009,” jelasnya.

PKS menilai selama kurang lima tahun bergabung dalam koalisi pemerintahan, performa SBY dalam membangun koalisi secara umum tak ada masalah. Yang menjadi catatan PKS, sambung Ketua Fraksi PKS DPR tersebut, soal manajemen koalisi antar partai.

“Koalisi tidak hanya cukup dengan keberadaan menteri di kabinet. Tapi komunikasi partai pendukung pemerintahan harus memiliki mekanisme komunikasi sehingga kebijakan pemerintah diketahui dan disepakati oleh peserta koalisi,” tegasnya.

Pengamat politik LIPI Siti Zuhro menilai, bagi SBY penting untuk memastikan dukungan dari kalangan partai tengah, terutama yang kini terlibat di pemerintahannya. “SBY sedini mungkin memastikan dukungan dari partai tengah untuk memperkuat posisinya ketika tampil kembali dalam Pilpres 2009,” jelas Siti.

Kecenderungannya, dalam banyak hal calon incumbent memiliki peluang besar untuk menggunakan apa pun. Seperti di era Presiden Soeharto, unsur birokrasi dapat digunakan secara efektif mulai desa hingga pusat. Menurut Siti, saat ini juga kemungkinan kekuatan birokrasi akan digunakan oleh partai penguasa.

“Makanya, SBY mengalang sekuat tenaga dengan menghimpun partai kelas menengah agar establish. Ini semacam langkah memantapkan dukungan SBY,” papar Siti. [E1]

No comments: