Friday, May 01, 2009

Perang Antar Poros Koalisi Mulai Muncul

Perang Antar Poros Koalisi Mulai Muncul
Kamis, 30 April 2009

JAKARTA (BP) - Poros koalisi belum terbentuk secara resmi. Tapi, perang urat saraf dari embrio koalisi itu sudah mulai muncul. Parpol yang mulai terpola-risasi menjadi dua blok besar itu mulai saling memberi reaksi.

Gagasan PDIP dan Golkar untuk membangun koalisi besar enam partai dengan mengajak Gerindra, Hanura, PAN, dan PPP langsung direspons koalisi Demokrat. PKS yang secara terang-terangan telah menyatakan bergabung dengan SBY dan Demokrat mengaku tidak takut bila harus berkompetisi dengan aliansi besar tersebut.

’’Kalau koalisi besar itu disebut koalisi perubahan, maka koalisi lainnya yang dimotori Demokrat sebagai koalisi pembangunan,” kata Ketua DPP-PKS Mahfudz Siddiq di Jakarta kemarin (29/4). Selain PKS, PKB juga dipastikan ikut bergabung dengan blok SBY.

Menurut Mahfudz, terbentuk-nya koalisi enam partai justru akan berdampak positif bagi penyederhanaan konfigurasi partai-partai politik pada Pilples 2009.

’’Pilpres dengan dua blok pasangan pasti menciptakan kompetisi berimbang dan pilpres bisa efisien karena hanya butuh satu putaran,” tegas ketua Fraksi PKS di DPR itu.

Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum secara halus menyindir gagasan koalisi besar enam partai tersebut. Menurut dia, koalisi besar tidak selalu bermakna koalisi kuat. Apalagi, jalan pikiran elite tidak selalu sejalan dengan selera rakyat.

’’Koalisi besar bisa saja kalah dengan koalisi sehat-padat yang didukung para pemilih,” katanya, lantas tertawa.

Secara terpisah, Ketua DPP-PDIP Tjahjo Kumolo menyampaikan, koalisi besar enam partai harus digalang untuk menghadapi menguatnya neo-liberalisme yang dipraktikkan pemerintahan SBY. Salah satu indikasinya adalah membengkaknya utang luar negeri hingga mencapai Rp1.666 triliun.

Tjahjo mengungkapkan, pembayaran utang tahun 2008 mencapai Rp88,62 triliun dan diperkirakan meningkat menjadi Rp162 triliun pada 2009. Padahal, di pengujung kepemimpinan Megawati sebagai presiden, pembayaran utang luar negeri hanya Rp62,5 triliun. ’’Selama empat tahun berkuasa, pemerintahan SBY sudah menambah utang Rp425 triliun. Malah ada komitmen utang baru yang sudah ditandatangani,” kritik ketua Fraksi PDIP di DPR. (jpnn)

1 comment:

Anonymous said...

Assalamua'alaikum.
Apa kabar, kontrak politik PKS & PD ?