03/08/2010 13:19 wib - Nasional Aktual
Jakarta, CyberNews. Partai Keadilan Sejahtera menilai wacana pendirian rumah aspirasi di setiap daerah pemilihan masing-masing anggota DPR RI sangat bagus. Hanya saja, PKS melihat pimpinan dewan dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR belum memiliki konsep yang jelas.
Hal itu diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq melalui pesan singkat, Selasa (3/8). Ia menjelaskan, sejumlah anggota sudah membuat rumah aspirasi dengan dana sendiri. "Kami hanya ingin jangan sampai habis dibangun, rumah aspirasinya kosong melompong," ujar Mahfudz.
Sebelumnya, DPR kembali menyodorkan proposal program baru untuk membangun "rumah aspirasi". Kalau disetujui, nantinya tiap anggota akan kebagian jatah Rp200 juta per tahun.
Uang sebanyak itu dianggarkan untuk menyewa kantor di daerah pemilihan masing-masing anggota, menggaji staf, dan ongkos operasional selama setahun. Artinya, dikalikan 560 anggota dewan, seluruh dana yang diperlukan adalah Rp112 miliar.
Wakil Ketua BURT Pius Lustrilanang menyatakan, pendirian rumah aspirasi itu bertujuan agar rakyat di daerah bisa menyampaikan langsung aspirasi ke wakilnya.
(metrotvnews /CN12)
Showing posts with label Dapil. Show all posts
Showing posts with label Dapil. Show all posts
Wednesday, August 04, 2010
Tuesday, June 02, 2009
Tuesday, March 31, 2009
Hidayat Goyang Warung Pojok di Indramayu
Hidayat Goyang 'Warung Pojok' di Indramayu
Irwan Nugroho - detikPemilu
Foto Terkait
gb
Kader PKS Elu-elukan Hidayat
Jakarta - Kampanye PKS di Indramayu berlangsung meriah. Selain diisi orasi politisi nasional, seniman lokal juga turut tampil. Membawakan lagu tarling berjudul 'Warung Pojok', Abdul Azid membius massa PKS.
Pantauan detikcom, Minggu (29/3/2009) di GOR Singalodra, Indramayu, Abdul Azid yang memakai ikat kepala khas Sunda, dan memakai kemeja coklat lengan pendek, didaulat tampil setelah orasi politik.
Lagu 'Warung Pojok' bernada keroncong dangdut yang dinyanyikan pria sepuh yang dikenal luas publik Jawa Barat ini segera saja membuat massa bergoyang. Tidak terkecuali Anggota Dewan Syuro PKS Hidayat Nurwahid dan Ketua FPKS DPR Mahfudz Sidik.
Acara, kampanye dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan pendukung PKS hadir dari berbagai wilayah di Indramayu dan Cirebon. Mereka umumnya menggunakan truk dan motor.
Dalam orasinya, Hidayat mengajak masyarakat agar memilih caleg yang berkualitas, agar dihasilkan lembaga legislatif yang lebih baik.
"Karena DPR yang baik akan mampu menghadirkan pemerintahan yang bersih termasuk pemerintahan yang mampu mengelola sumber daya secara maksimal," jelas Hidayat.
Dia pun sempat menyinggung soal kilang minyak Balongan yang berada di Indramayu. "Di Indramayu ada minyak Balongan, ada laut, tapi apakah sudah dinikmati masyarakat atau belum?" tanya Hidayat.
"Belum..." jawab pendukung PKS serempak.
Kampanye juga dihadiri berbagai macam komunitas pedagang asal Indramayu, yang berwirausaha di Jakarta. Mereka ikut naik ke panggung, dan mengaku pulang dalam rangka memenangkan PKS.
"Ini sangat luar biasa. Mereka pedagang sekoteng, tahu gejrot, gorengan dan lainnya pulang kampung untuk memenangkan PKS. Harusnya yang di Indramayu dan Cirebon lebih bersemangat lagi," terang Hidayat.
Namun yang cukup menarik yakni pengumuman mengenai pelarangan mengikutsertakan anak dalam kampanye. Walau sudah dipasang spanduk besar di sudut ruangan dan di panggung, tetapi tetap saja banyak orang tua yang membawa anak mereka mengikuti orasi politik.
2 Cara Mengalahkan PKS Ala Hidayat Nurwahid
Irwan Nugroho - detikPemilu
Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid membuka
rahasia bagaimana supaya parpol lain dapat mengalahkan PKS. Parpol lain harus bisa lebih bersih dan lebih peduli kepada rakyat.
"Kalau ingin mengalahkan PKS, harus lebih bersih dan lebih peduli," kata
Hidayat saat bertemu dengan puluhan tokoh masyarakat Indramayu di Hotel Wiwi Perkasa 2, Indramayu, Jawa Barat, Minggu ( 29/3/2009).
Hidayat kembali menandaskan hingga sejauh ini, tidak ada politisi PKS yang
tersandung kasus korupsi. Pun demikian, kepedulian PKS terhadap penanggulangan bencana sudah terbuktikan. PKS memberikan bantuan terhadap korban dengan setulus hati.
"Tapi apa yang terjadi, mereka bukannya lebih bersih dan peduli. Yang
dilakukan adalah memfitnah. Fitnah tidak sesuai dengan aqidah ahlul sunnah
wal jamaah. Di manapun tidak boleh. Rosullullah terhadap musuhnya pun tidak
pernah memfitnah," jelasnya.
Karena itu, Hidayat mengajak seluruh parpol dan para politikus di negeri ini untuk berpolitik dengan akhlak yang baik. Jangan dengan melemparkan tuduhan tidak benar atau furqah, memecah belah umat.
"Berpolitik silakan, berkompromi silakan, tapi jangan dengan memfitnah,"
pungkas Hidayat yang juga Ketua MPR ini.
Irwan Nugroho - detikPemilu
Foto Terkait
gb
Kader PKS Elu-elukan Hidayat
Jakarta - Kampanye PKS di Indramayu berlangsung meriah. Selain diisi orasi politisi nasional, seniman lokal juga turut tampil. Membawakan lagu tarling berjudul 'Warung Pojok', Abdul Azid membius massa PKS.
Pantauan detikcom, Minggu (29/3/2009) di GOR Singalodra, Indramayu, Abdul Azid yang memakai ikat kepala khas Sunda, dan memakai kemeja coklat lengan pendek, didaulat tampil setelah orasi politik.
Lagu 'Warung Pojok' bernada keroncong dangdut yang dinyanyikan pria sepuh yang dikenal luas publik Jawa Barat ini segera saja membuat massa bergoyang. Tidak terkecuali Anggota Dewan Syuro PKS Hidayat Nurwahid dan Ketua FPKS DPR Mahfudz Sidik.
Acara, kampanye dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, ribuan pendukung PKS hadir dari berbagai wilayah di Indramayu dan Cirebon. Mereka umumnya menggunakan truk dan motor.
Dalam orasinya, Hidayat mengajak masyarakat agar memilih caleg yang berkualitas, agar dihasilkan lembaga legislatif yang lebih baik.
"Karena DPR yang baik akan mampu menghadirkan pemerintahan yang bersih termasuk pemerintahan yang mampu mengelola sumber daya secara maksimal," jelas Hidayat.
Dia pun sempat menyinggung soal kilang minyak Balongan yang berada di Indramayu. "Di Indramayu ada minyak Balongan, ada laut, tapi apakah sudah dinikmati masyarakat atau belum?" tanya Hidayat.
"Belum..." jawab pendukung PKS serempak.
Kampanye juga dihadiri berbagai macam komunitas pedagang asal Indramayu, yang berwirausaha di Jakarta. Mereka ikut naik ke panggung, dan mengaku pulang dalam rangka memenangkan PKS.
"Ini sangat luar biasa. Mereka pedagang sekoteng, tahu gejrot, gorengan dan lainnya pulang kampung untuk memenangkan PKS. Harusnya yang di Indramayu dan Cirebon lebih bersemangat lagi," terang Hidayat.
Namun yang cukup menarik yakni pengumuman mengenai pelarangan mengikutsertakan anak dalam kampanye. Walau sudah dipasang spanduk besar di sudut ruangan dan di panggung, tetapi tetap saja banyak orang tua yang membawa anak mereka mengikuti orasi politik.
2 Cara Mengalahkan PKS Ala Hidayat Nurwahid
Irwan Nugroho - detikPemilu
Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid membuka
rahasia bagaimana supaya parpol lain dapat mengalahkan PKS. Parpol lain harus bisa lebih bersih dan lebih peduli kepada rakyat.
"Kalau ingin mengalahkan PKS, harus lebih bersih dan lebih peduli," kata
Hidayat saat bertemu dengan puluhan tokoh masyarakat Indramayu di Hotel Wiwi Perkasa 2, Indramayu, Jawa Barat, Minggu ( 29/3/2009).
Hidayat kembali menandaskan hingga sejauh ini, tidak ada politisi PKS yang
tersandung kasus korupsi. Pun demikian, kepedulian PKS terhadap penanggulangan bencana sudah terbuktikan. PKS memberikan bantuan terhadap korban dengan setulus hati.
"Tapi apa yang terjadi, mereka bukannya lebih bersih dan peduli. Yang
dilakukan adalah memfitnah. Fitnah tidak sesuai dengan aqidah ahlul sunnah
wal jamaah. Di manapun tidak boleh. Rosullullah terhadap musuhnya pun tidak
pernah memfitnah," jelasnya.
Karena itu, Hidayat mengajak seluruh parpol dan para politikus di negeri ini untuk berpolitik dengan akhlak yang baik. Jangan dengan melemparkan tuduhan tidak benar atau furqah, memecah belah umat.
"Berpolitik silakan, berkompromi silakan, tapi jangan dengan memfitnah,"
pungkas Hidayat yang juga Ketua MPR ini.
Minyak Balongan Belum juga Dinikmati Rakyat Indramayu
Minyak Balongan Belum juga Dinikmati Rakyat Indramayu
[Nusantara]
HM Hidayat Nurwahid:
Minyak Balongan Belum juga Dinikmati Rakyat Indramayu
Indramayu, Pelita
Di tahun 2004 yang lalu, saya pernah menjadi juru kampanye di Indramayu, namun sekarang jumlahnya berlipat-lipat. Ini tandanya menyadari betul mereka pada era baru bukan orde baru yang tak mau represif, demikian antara laini pidato politik tunggal Hidayat Nur Wahid sebagai anggota Majelis Syuro PKS dan Ketua MPR RI saat kampanye umum di halaman Timur GOR Singalodra Kab Indramayu, Minggu, (29/3).
Total massa sekitar 20.000 an dari Kab Cirebon, Kodya Cirebon, dan Indramayu datang, orasi dimulai pukul 13.30 WIB, sebelumnya dilaksanakan shalat Dhuhur berjamaah di Masjid Agung Kab Indramayu.
Lebih lanjut Hidayat didampingi H Anwar Yasin dan H Mahfudz Siddiq, mengatakan, PKS menyambut baik adanya netralitas TNI dan Polri yang tidak terlibat politik. Daftar Pemilih Tetap (DPT) diminta pula untuk segera diperbaiki demi menjaga Pemilu yang bermartabat. Saatnya birokrasi betul-betul netral. Memang birokrat ada hak untuk memilih, namun tidak boleh represif, tambahnya.
PKS menghendaki Pemilu 2009 lebih bagus dari 2004 sehingga legislatif mampu mengawasi pemerintah untuk bersih dari korupsi. Hidayat menanyakan juga tentang Indramayu yang mempunyai minyak dari Balongan, namun belum juga dinikmati masyarakat Indramayu.
Hidayat berulang-ulang memuji PKS, seperti kebanggaan tidak adanya kader PKS yang ditangkap KPK, basis rekrutnya akhlakul karimah, partai dakwah dan bukan partai Wahabi. Ia menantang untuk siapapun yang mengalahkan PKS, harus lebih bagus dari PKS.
Di tempat terpisah, Hidayat mantan presiden PKS sebelum ke Tifatul Sembiring ini dalam keterangan pers-nya mengatakan, belum adanya koalisi presiden sebelum melihat hasil Pemilu legislatif.
Koalisi yang ada adalah sukses Pemilu, ujarnya. Ia tidak berani terus terang ketika didesak kesiapannya menjadi kandidat presiden, Saya sudah mantap presiden PKS, hardiknya sambil meninggalkan arena kampanye. (khal/ck-1
[Nusantara]
HM Hidayat Nurwahid:
Minyak Balongan Belum juga Dinikmati Rakyat Indramayu
Indramayu, Pelita
Di tahun 2004 yang lalu, saya pernah menjadi juru kampanye di Indramayu, namun sekarang jumlahnya berlipat-lipat. Ini tandanya menyadari betul mereka pada era baru bukan orde baru yang tak mau represif, demikian antara laini pidato politik tunggal Hidayat Nur Wahid sebagai anggota Majelis Syuro PKS dan Ketua MPR RI saat kampanye umum di halaman Timur GOR Singalodra Kab Indramayu, Minggu, (29/3).
Total massa sekitar 20.000 an dari Kab Cirebon, Kodya Cirebon, dan Indramayu datang, orasi dimulai pukul 13.30 WIB, sebelumnya dilaksanakan shalat Dhuhur berjamaah di Masjid Agung Kab Indramayu.
Lebih lanjut Hidayat didampingi H Anwar Yasin dan H Mahfudz Siddiq, mengatakan, PKS menyambut baik adanya netralitas TNI dan Polri yang tidak terlibat politik. Daftar Pemilih Tetap (DPT) diminta pula untuk segera diperbaiki demi menjaga Pemilu yang bermartabat. Saatnya birokrasi betul-betul netral. Memang birokrat ada hak untuk memilih, namun tidak boleh represif, tambahnya.
PKS menghendaki Pemilu 2009 lebih bagus dari 2004 sehingga legislatif mampu mengawasi pemerintah untuk bersih dari korupsi. Hidayat menanyakan juga tentang Indramayu yang mempunyai minyak dari Balongan, namun belum juga dinikmati masyarakat Indramayu.
Hidayat berulang-ulang memuji PKS, seperti kebanggaan tidak adanya kader PKS yang ditangkap KPK, basis rekrutnya akhlakul karimah, partai dakwah dan bukan partai Wahabi. Ia menantang untuk siapapun yang mengalahkan PKS, harus lebih bagus dari PKS.
Di tempat terpisah, Hidayat mantan presiden PKS sebelum ke Tifatul Sembiring ini dalam keterangan pers-nya mengatakan, belum adanya koalisi presiden sebelum melihat hasil Pemilu legislatif.
Koalisi yang ada adalah sukses Pemilu, ujarnya. Ia tidak berani terus terang ketika didesak kesiapannya menjadi kandidat presiden, Saya sudah mantap presiden PKS, hardiknya sambil meninggalkan arena kampanye. (khal/ck-1
Thursday, December 11, 2008
Partai Lama masih Unggul di Jabar VIII
Rabu, 10 Desember 2008 00:03 WIB
Partai Lama masih Unggul di Jabar VIII
PARTAI politik lama, yakni partai-partai besar dan menengah yang sudah ada sejak Pemilu 1999, diperkirakan akan mengungguli perolehan suara pemilu legislatif di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat (Jabar) VIII.
"Partai-partai lama kelihatan masih unggul di dapil ini, tetapi partai-partai baru juga berpeluang meraih kursi walaupun sulit menjadi pemenang," kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, di Jakarta, kemarin.
Dapil yang terdiri dari Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Kota Cirebon itu merupakan bagian dari wilayah pantai utara (pantura) Jawa. Pantura merupakan urat nadi perekonomian dan lalu lintas di Pulau Jawa. Masyarakatnya relatif terbuka, mudah menerima sesuatu yang baru, tetapi tidak mudah melupakan apa yang sudah ada.
"Karakteristik masyarakat seperti ini membuat partai-partai lama dan sudah dikenal, terutama partai-partai nasionalis, lebih berpeluang jika dibandingkan dengan partai-partai baru," paparnya.
Sebanyak 162 calon anggota legislatif (caleg) dari 38 partai peserta Pemilu 2009 akan bersaing memperebutkan sembilan kursi DPR di daerah ini. Menurut Yunarto, persaingan ketat akan terjadi dalam perebutan suara swing voter. "Daerah yang terbuka seperti pantura biasanya menjadi gudangnya swing voter," tukasnya.
Untuk memenangi pertarungan, partai-partai berusaha menempatkan sejumlah tokoh dan kader terbaiknya menjadi caleg di dapil itu. Bahkan sejumlah nama yang Pada 2004 sukses meraih kursi, kembali diajukan di dapil itu. "Jadi pertarungan akan berlangsung sengit."
Partai Golkar menempatkan Enggartiasto Lukita di urutan pertama, diperkuat Hj Tetty Kadi Bawono di lapis kedua. PDIP memasang Sidarto Danusubroto di nomor urut satu dan Yuseph Umar Hadi di posisi kedua. PKS menempatkan Mahfudz Siddiq pada urutan satu dan AAn Rohamah di tempat kedua. PAN menempatkan Euis Fety Fatayaty di urutan satu. Selanjutnya PKB mengandalkan Dedi Wahidi di posisi pertama.
Yunarto memperkirakan, suara Golkar di dapil ini akan direbut partai pecahannya seperti Hanura dan Gerindra. Meski demikian, Golkar masih tetap unggul karena caleg yang diusungnya, Tetty Kadi Bawono cukup populer di daerah itu.
Selanjutnya, perolehan suara PDIP diperkirakan tidak banyak berubah bila dibandingkan dengan Pemilu 2004.
Adapun PKB, kata Yunarto, akan mengalami perubahan besar karena wilayah itu selama ini juga dikenal sebagai basis massa yang fanatik terhadap Gus Dur. "Dikhawatirkan ajakan Gus Dur untuk golput akan berpengaruh terhadap peroleh suara PKB," tukasnya.
Secara keseluruhan, Yunarto memprediksi perolehan suara masih akan dimenangi partai besar, seperti Golkar dan PDIP. "Namun, penempatan tokoh (caleg) yang tepat akan memengaruhi perolehan suara di dapil ini," ucapnya. (*/P-6).
Partai Lama masih Unggul di Jabar VIII
PARTAI politik lama, yakni partai-partai besar dan menengah yang sudah ada sejak Pemilu 1999, diperkirakan akan mengungguli perolehan suara pemilu legislatif di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat (Jabar) VIII.
"Partai-partai lama kelihatan masih unggul di dapil ini, tetapi partai-partai baru juga berpeluang meraih kursi walaupun sulit menjadi pemenang," kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, di Jakarta, kemarin.
Dapil yang terdiri dari Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Kota Cirebon itu merupakan bagian dari wilayah pantai utara (pantura) Jawa. Pantura merupakan urat nadi perekonomian dan lalu lintas di Pulau Jawa. Masyarakatnya relatif terbuka, mudah menerima sesuatu yang baru, tetapi tidak mudah melupakan apa yang sudah ada.
"Karakteristik masyarakat seperti ini membuat partai-partai lama dan sudah dikenal, terutama partai-partai nasionalis, lebih berpeluang jika dibandingkan dengan partai-partai baru," paparnya.
Sebanyak 162 calon anggota legislatif (caleg) dari 38 partai peserta Pemilu 2009 akan bersaing memperebutkan sembilan kursi DPR di daerah ini. Menurut Yunarto, persaingan ketat akan terjadi dalam perebutan suara swing voter. "Daerah yang terbuka seperti pantura biasanya menjadi gudangnya swing voter," tukasnya.
Untuk memenangi pertarungan, partai-partai berusaha menempatkan sejumlah tokoh dan kader terbaiknya menjadi caleg di dapil itu. Bahkan sejumlah nama yang Pada 2004 sukses meraih kursi, kembali diajukan di dapil itu. "Jadi pertarungan akan berlangsung sengit."
Partai Golkar menempatkan Enggartiasto Lukita di urutan pertama, diperkuat Hj Tetty Kadi Bawono di lapis kedua. PDIP memasang Sidarto Danusubroto di nomor urut satu dan Yuseph Umar Hadi di posisi kedua. PKS menempatkan Mahfudz Siddiq pada urutan satu dan AAn Rohamah di tempat kedua. PAN menempatkan Euis Fety Fatayaty di urutan satu. Selanjutnya PKB mengandalkan Dedi Wahidi di posisi pertama.
Yunarto memperkirakan, suara Golkar di dapil ini akan direbut partai pecahannya seperti Hanura dan Gerindra. Meski demikian, Golkar masih tetap unggul karena caleg yang diusungnya, Tetty Kadi Bawono cukup populer di daerah itu.
Selanjutnya, perolehan suara PDIP diperkirakan tidak banyak berubah bila dibandingkan dengan Pemilu 2004.
Adapun PKB, kata Yunarto, akan mengalami perubahan besar karena wilayah itu selama ini juga dikenal sebagai basis massa yang fanatik terhadap Gus Dur. "Dikhawatirkan ajakan Gus Dur untuk golput akan berpengaruh terhadap peroleh suara PKB," tukasnya.
Secara keseluruhan, Yunarto memprediksi perolehan suara masih akan dimenangi partai besar, seperti Golkar dan PDIP. "Namun, penempatan tokoh (caleg) yang tepat akan memengaruhi perolehan suara di dapil ini," ucapnya. (*/P-6).
Wednesday, September 10, 2008
Diuntungkan Ditempatkan di Dapil Lama
Republika. 2008-09-10 09:21:00
Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 dihadapi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq, dengan sikap optimistis. Peluang untuk kembali terpilih sebagai anggota legislatif tampaknya terbuka lebar baginya.
Sebagai salah satu figur sentral yang memimpin PKS di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), DPP PKS memberikan tempat dan nomor urut yang maksimal baginya di Pemilu 2009. Mahfudz ditempatkan sebagai caleg nomor satu di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII (Cirebon dan Indramayu).
Mengenai penempatan caleg di PKS, Mahfudz mengatakan, ada sejumlah pertimbangan PKS dalam menempatkan dapil maupun nomor urut. Di antaranya, didasarkan pada kinerja mereka selama menjadi anggota DPR.
''Ini berlaku bagi anggota yang sudah menjadi anggota DPR,'' kata Mahfudz.
Dijelaskannya, Fraksi PKS setiap akhir masa sidang memberikan evaluasi sehingga punya akumulasi atas kinerja mereka selama empat tahun. Selain itu, juga ada evaluasi kinerja di setiap dapil. ''Struktur di dapil dan kader diminta melakukan evaluasi. Bagaimana peran dan kontribusi yang diberikan,'' kata dia.
Dan, tak kalah penting adalah didasarkan pada usulan dari bawah. Kalau nama caleg diusulkan kembali, akan diproses. Kalau tidak diusulkan, namanya akan hilang.
Sejauh ini, wilayah Jawa Barat VIII merupakan dapil yang cukup plural. Kekuatan PDIP, Partai Golkar, ataupun PKB merupakan tiga parpol yang punya kekuatan merata di sana. Dan, pada Pemilu 2004 lalu, PKS berhasil menembus dominasi ketiga kekuatan itu dengan merebut dua kursi DPR RI dari sana.
''Melihat tren PKS 2004, saya optimistis insya Allah target dua kursi akan bisa terpenuhi. Tapi, itu harus dilakukan dengan bekerja keras,'' kata Mahfudz.
Hal yang membuat Mahfudz cukup diuntungkan adalah, pada Pemilu 2004, ia juga maju dari dapil ini. Dengan begitu, Mahfudz sudah sekian lama membina konstituen dan membina kekuatan struktur parpol yang ada di Cirebon ataupun Indramayu.
''Minimal sebulan sekali selama empat tahun, saya selalu mengunjungi dapil saya. Terutama dalam kepentingan penyerapan aspirasi sebagai anggota DPR dari dapil di sana,'' kata Mahfudz. Dengan begitu, Mahfudz tidak perlu lagi harus mengadaptasi ulang.
Bulan lalu, Mahfudz bersama dengan tiga DPD PKS di sana merancang pemenangan pemilu secara operasional. Sekarang, sudah masuk tahapan implementasi.
PKS dikenal mempunyai mesin politik yang kuat. Kondisi ini juga dimiliki PKS di Jawa Barat VIII. Struktur kepengurusan di Kota Cirebon maupun Kabupaten Indramayu sudah lengkap hingga ke tingkat desa. Ini akan memudahkan PKS menjalankan program-program yang direncanakan.
Penyebaran kader juga relatif merata. Dengan begitu, diharapkan dengan kerja yang lebih panjang akan membuat lebih banyak masyarakat yang terkover.
Disinggung tentang strategi yang akan digunakan, Mahfudz menjelaskan, di dapilnya, banyak sekali pemilih tradisional. Mereka inilah yang menjadi market PDIP, PKB, serta PG. Dengan posisi seperti itu, lanjut Mahfudz, PKS fokus pada pemilih kota dan muda. ''Ini merupakan segmen yang lebih terbuka,'' kata Mahfudz.
Dalam upaya melakukan pendekatan terhadap pemilih, sejauh ini PKS mengembangkan pendekatan melalui komunikasi secara langsung. Pola ini bisa dilakukan dengan melakukan pertemuan-pertemuan dialogis. Termasuk dengan menyebarkan informasi secara tertulis.
Meski posisinya cukup menguntungkan, Mahfudz Siddiq tidak mau jumawa. Ia menegaskan kalau ia harus bekerja keras untuk bisa memenangkan persaingan politik di sana. dwo
Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 dihadapi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq, dengan sikap optimistis. Peluang untuk kembali terpilih sebagai anggota legislatif tampaknya terbuka lebar baginya.
Sebagai salah satu figur sentral yang memimpin PKS di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), DPP PKS memberikan tempat dan nomor urut yang maksimal baginya di Pemilu 2009. Mahfudz ditempatkan sebagai caleg nomor satu di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VIII (Cirebon dan Indramayu).
Mengenai penempatan caleg di PKS, Mahfudz mengatakan, ada sejumlah pertimbangan PKS dalam menempatkan dapil maupun nomor urut. Di antaranya, didasarkan pada kinerja mereka selama menjadi anggota DPR.
''Ini berlaku bagi anggota yang sudah menjadi anggota DPR,'' kata Mahfudz.
Dijelaskannya, Fraksi PKS setiap akhir masa sidang memberikan evaluasi sehingga punya akumulasi atas kinerja mereka selama empat tahun. Selain itu, juga ada evaluasi kinerja di setiap dapil. ''Struktur di dapil dan kader diminta melakukan evaluasi. Bagaimana peran dan kontribusi yang diberikan,'' kata dia.
Dan, tak kalah penting adalah didasarkan pada usulan dari bawah. Kalau nama caleg diusulkan kembali, akan diproses. Kalau tidak diusulkan, namanya akan hilang.
Sejauh ini, wilayah Jawa Barat VIII merupakan dapil yang cukup plural. Kekuatan PDIP, Partai Golkar, ataupun PKB merupakan tiga parpol yang punya kekuatan merata di sana. Dan, pada Pemilu 2004 lalu, PKS berhasil menembus dominasi ketiga kekuatan itu dengan merebut dua kursi DPR RI dari sana.
''Melihat tren PKS 2004, saya optimistis insya Allah target dua kursi akan bisa terpenuhi. Tapi, itu harus dilakukan dengan bekerja keras,'' kata Mahfudz.
Hal yang membuat Mahfudz cukup diuntungkan adalah, pada Pemilu 2004, ia juga maju dari dapil ini. Dengan begitu, Mahfudz sudah sekian lama membina konstituen dan membina kekuatan struktur parpol yang ada di Cirebon ataupun Indramayu.
''Minimal sebulan sekali selama empat tahun, saya selalu mengunjungi dapil saya. Terutama dalam kepentingan penyerapan aspirasi sebagai anggota DPR dari dapil di sana,'' kata Mahfudz. Dengan begitu, Mahfudz tidak perlu lagi harus mengadaptasi ulang.
Bulan lalu, Mahfudz bersama dengan tiga DPD PKS di sana merancang pemenangan pemilu secara operasional. Sekarang, sudah masuk tahapan implementasi.
PKS dikenal mempunyai mesin politik yang kuat. Kondisi ini juga dimiliki PKS di Jawa Barat VIII. Struktur kepengurusan di Kota Cirebon maupun Kabupaten Indramayu sudah lengkap hingga ke tingkat desa. Ini akan memudahkan PKS menjalankan program-program yang direncanakan.
Penyebaran kader juga relatif merata. Dengan begitu, diharapkan dengan kerja yang lebih panjang akan membuat lebih banyak masyarakat yang terkover.
Disinggung tentang strategi yang akan digunakan, Mahfudz menjelaskan, di dapilnya, banyak sekali pemilih tradisional. Mereka inilah yang menjadi market PDIP, PKB, serta PG. Dengan posisi seperti itu, lanjut Mahfudz, PKS fokus pada pemilih kota dan muda. ''Ini merupakan segmen yang lebih terbuka,'' kata Mahfudz.
Dalam upaya melakukan pendekatan terhadap pemilih, sejauh ini PKS mengembangkan pendekatan melalui komunikasi secara langsung. Pola ini bisa dilakukan dengan melakukan pertemuan-pertemuan dialogis. Termasuk dengan menyebarkan informasi secara tertulis.
Meski posisinya cukup menguntungkan, Mahfudz Siddiq tidak mau jumawa. Ia menegaskan kalau ia harus bekerja keras untuk bisa memenangkan persaingan politik di sana. dwo
Monday, May 19, 2008
Perlu Sinergi Antardaerah
Perlu Sinergi Antardaerah
Niat Pembentukan Provinsi Jangan Hanya Milik Elit
Radar Cirebon
CIREBON-Wacana Cirebon Provinsi, mendapat perhatian anggota DPR RI dari daerah pemilihan VII (Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu), Drs H Mahfudz Sidik MSi. Mahfudz yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI ini menyatakan, dari sisi geografis, jumlah penduduk, ekonomi, politik dan sosial budaya, Cirebon sebagai provinsi sudah layak. Akan tetapi, sambung Mahfudz, harus ada kerja-kerja konsepsional dalam mewujudkannya.
Menurut Mahfudz, kalau mencermati kasus-kasus pemekaran di beberapa daerah bisa baik dan berhasil karena inisiatif berasal dari bawah dan melibatkan seluruh stakeholder. “Jangan sampai gagasan ini menjadi wacana elit. Karena, jika itu terjadi akan ada kecurigaan kepentingan elit. Tidak boleh juga, gagasan Provinsi Cirebon ini karena ngambek politik,” ujar Mahfudz di sela-sela konsolidasi dan berdikusi dengan kader PKS Kota Cirebon di Sabilul Huda, kemarin (10/2).
Politisi muda ini menyarankan agar dirintis pola-pola kerjasama antardaerah oleh kepala daerah, sehingga terjadi sinergi antardaerah. “Ketika terjadi pemekaran, akan muncul alur komunikasi dan kondisi tata pemerintahan yang berbeda. Nah, kalau hambatan-hambatan itu tidak disinergikan dari awal, akan sulit mewujudkan Provinsi Cirebon,” kata Mahfudz yang alumni FISIP Universitas Indonesia (UI) ini.
Sehingga, sambung Mahfudz, Cirebon sebagai provinsi harus menunggu lama lagi, setelah ada pemekaran dua daerah yaitu, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Mahfudz juga menyarankan, harus ada studi akademik untuk menguatkan keinginan itu secara ilmiah. Ia yakin, ketika Cirebon menjadi provinsi akan maju pesat. “Kita bisa berkaca kepada Banten yang dulunya menjadi binaan Cirebon. Setelah menjadi provinsi, pertumbuhannya cukup pesat,” pungkas Mahfudz.
Dimusyawarahkan
KH Makhtum Hanan, pimpinan Pontren Babakan Ciwaringin menyarankan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) untuk segera bermusyawarah dalam menyikapi wacana pembentukan Provinsi Cirebon yang sekarang semakin menguat. Musyawarah itu perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus mengkaji kelayakan untuk memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat.
Kiai kharismatik dari Cirebon ini mengajak semua elemen masyarakat Ciayamajakuning untuk tidak menyikapi secara emosional wacana pembentukan Provinsi Cirebon yang terus bergulir. Oleh karenanya, keinginan memisahkan diri dari Jabar itu perlu dikaji secara matang dengan mempertimbangkan potensi daerah dan keinginan masyarakat secara riil.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asy Syahadatain Kabupaten Indramayu secara tegas kembali menyatakan persetujuannya soal pemekaran wilayah Provinsi Cirebon. Berdasarkan hasil Musyawarah Pimpinan Jemaah Asy Syadatain Kabupaten Indramayu sebelumnya, bahwa pemekaran wilayah untuk pembentukan Provinsi Cirebon, merupakan kesadaran politik masyarakat yang harus didukung.
“Kami sangat setuju sekali dibentuknya Provinsi Pantura Cirebon, untuk lepas dari provinsi induknya yaitu Jawa Barat,” ujar Ketua DPD Asy Syahadatain Indramayu, Habib Muhammad bin Yahya kepada Radar.
Sikap tegas Asy Syahadatain untuk mendukung terbentuknya Provinsi Cirebon ini berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan. Yakni, sejarah berdirinya Provinsi Jawa Barat hingga saat ini belum atau tidak berpihak kepada pantura, dibuktikan dengan kabupaten-kabupaten yang berada di pantura indek pembangunan manusianya (IPM) sangat rendah. Dan menunjukkan status kesejahteraan masyarakat pantura sangat rendah.
Cirebon Ibu Kota
The Wong Kene Center (WKC) sebagai salahsatu LSM yang bergerak dalam bidang kajian, litbang serta analisis normatif, mendukung aspirasi terbentuknya Provinsi Cirebon dengan Ibu Kota Cirebon. Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat The WKC, Drs H Tugyono mengemukakan tiga argumen kenapa Cirebon layak menjadi ibu kota provinsi Baru. Pertama, kata dia, pembentukan Provinsi Cirebon diperlukan persetujuan DPRD dan pemdanya minimal lima kabupaten/kota. Sehingga, sebagai daerah metro serta rujukan daerah-daerah lain di pantura Jabar, posisi politik dan birokrasi Cirebon dinilai dapat merangkul semua wilayah di sekitarnya.
“Kedua, Cirebon adalah perekat strategis baik dari sisi sejarah, kultur maupun tempatnya,” sebut Tugyono. Kajian yang satu ini, kata dia, sudah dibahas secara ilmiah oleh para ahli yang berkompeten.
Dan yang ketiga, secara langsung anggota DPD dari Cirebon akan lebih merespons dan menindaklanjuti usulan rakyatnya dalam forum DPD. “Selain gerakan-gerakan arus bawah, lobi atas juga harus dimainkan. Tentunya, tetap perlu dirangkul anggota legislatif di tingkat pusat untuk memperjuangkan aspirasi ini,” jelasnya.
Menurut Tugyono, tiga alasan tersebut merupakan akumulasi pendapat yang bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah III Cirebon. Apalagi, tujuan dari pembentukam Provinsi Cirebon adalah untuk mempersingkat atau memperpendek jarak atau rentang kendali pemerintahan dan lebih memakmurkan masyarakat di pantura Cirebon dan di sekitar Gunung Ciremai serta memajukan budaya daerah setempat. “Tentu usulan ini perlu dikaji lebih dalam lagi,” pungkasnya. (sud/mak/kho)
Niat Pembentukan Provinsi Jangan Hanya Milik Elit
Radar Cirebon
CIREBON-Wacana Cirebon Provinsi, mendapat perhatian anggota DPR RI dari daerah pemilihan VII (Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu), Drs H Mahfudz Sidik MSi. Mahfudz yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI ini menyatakan, dari sisi geografis, jumlah penduduk, ekonomi, politik dan sosial budaya, Cirebon sebagai provinsi sudah layak. Akan tetapi, sambung Mahfudz, harus ada kerja-kerja konsepsional dalam mewujudkannya.
Menurut Mahfudz, kalau mencermati kasus-kasus pemekaran di beberapa daerah bisa baik dan berhasil karena inisiatif berasal dari bawah dan melibatkan seluruh stakeholder. “Jangan sampai gagasan ini menjadi wacana elit. Karena, jika itu terjadi akan ada kecurigaan kepentingan elit. Tidak boleh juga, gagasan Provinsi Cirebon ini karena ngambek politik,” ujar Mahfudz di sela-sela konsolidasi dan berdikusi dengan kader PKS Kota Cirebon di Sabilul Huda, kemarin (10/2).
Politisi muda ini menyarankan agar dirintis pola-pola kerjasama antardaerah oleh kepala daerah, sehingga terjadi sinergi antardaerah. “Ketika terjadi pemekaran, akan muncul alur komunikasi dan kondisi tata pemerintahan yang berbeda. Nah, kalau hambatan-hambatan itu tidak disinergikan dari awal, akan sulit mewujudkan Provinsi Cirebon,” kata Mahfudz yang alumni FISIP Universitas Indonesia (UI) ini.
Sehingga, sambung Mahfudz, Cirebon sebagai provinsi harus menunggu lama lagi, setelah ada pemekaran dua daerah yaitu, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu. Mahfudz juga menyarankan, harus ada studi akademik untuk menguatkan keinginan itu secara ilmiah. Ia yakin, ketika Cirebon menjadi provinsi akan maju pesat. “Kita bisa berkaca kepada Banten yang dulunya menjadi binaan Cirebon. Setelah menjadi provinsi, pertumbuhannya cukup pesat,” pungkas Mahfudz.
Dimusyawarahkan
KH Makhtum Hanan, pimpinan Pontren Babakan Ciwaringin menyarankan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) untuk segera bermusyawarah dalam menyikapi wacana pembentukan Provinsi Cirebon yang sekarang semakin menguat. Musyawarah itu perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus mengkaji kelayakan untuk memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat.
Kiai kharismatik dari Cirebon ini mengajak semua elemen masyarakat Ciayamajakuning untuk tidak menyikapi secara emosional wacana pembentukan Provinsi Cirebon yang terus bergulir. Oleh karenanya, keinginan memisahkan diri dari Jabar itu perlu dikaji secara matang dengan mempertimbangkan potensi daerah dan keinginan masyarakat secara riil.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asy Syahadatain Kabupaten Indramayu secara tegas kembali menyatakan persetujuannya soal pemekaran wilayah Provinsi Cirebon. Berdasarkan hasil Musyawarah Pimpinan Jemaah Asy Syadatain Kabupaten Indramayu sebelumnya, bahwa pemekaran wilayah untuk pembentukan Provinsi Cirebon, merupakan kesadaran politik masyarakat yang harus didukung.
“Kami sangat setuju sekali dibentuknya Provinsi Pantura Cirebon, untuk lepas dari provinsi induknya yaitu Jawa Barat,” ujar Ketua DPD Asy Syahadatain Indramayu, Habib Muhammad bin Yahya kepada Radar.
Sikap tegas Asy Syahadatain untuk mendukung terbentuknya Provinsi Cirebon ini berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan. Yakni, sejarah berdirinya Provinsi Jawa Barat hingga saat ini belum atau tidak berpihak kepada pantura, dibuktikan dengan kabupaten-kabupaten yang berada di pantura indek pembangunan manusianya (IPM) sangat rendah. Dan menunjukkan status kesejahteraan masyarakat pantura sangat rendah.
Cirebon Ibu Kota
The Wong Kene Center (WKC) sebagai salahsatu LSM yang bergerak dalam bidang kajian, litbang serta analisis normatif, mendukung aspirasi terbentuknya Provinsi Cirebon dengan Ibu Kota Cirebon. Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat The WKC, Drs H Tugyono mengemukakan tiga argumen kenapa Cirebon layak menjadi ibu kota provinsi Baru. Pertama, kata dia, pembentukan Provinsi Cirebon diperlukan persetujuan DPRD dan pemdanya minimal lima kabupaten/kota. Sehingga, sebagai daerah metro serta rujukan daerah-daerah lain di pantura Jabar, posisi politik dan birokrasi Cirebon dinilai dapat merangkul semua wilayah di sekitarnya.
“Kedua, Cirebon adalah perekat strategis baik dari sisi sejarah, kultur maupun tempatnya,” sebut Tugyono. Kajian yang satu ini, kata dia, sudah dibahas secara ilmiah oleh para ahli yang berkompeten.
Dan yang ketiga, secara langsung anggota DPD dari Cirebon akan lebih merespons dan menindaklanjuti usulan rakyatnya dalam forum DPD. “Selain gerakan-gerakan arus bawah, lobi atas juga harus dimainkan. Tentunya, tetap perlu dirangkul anggota legislatif di tingkat pusat untuk memperjuangkan aspirasi ini,” jelasnya.
Menurut Tugyono, tiga alasan tersebut merupakan akumulasi pendapat yang bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah III Cirebon. Apalagi, tujuan dari pembentukam Provinsi Cirebon adalah untuk mempersingkat atau memperpendek jarak atau rentang kendali pemerintahan dan lebih memakmurkan masyarakat di pantura Cirebon dan di sekitar Gunung Ciremai serta memajukan budaya daerah setempat. “Tentu usulan ini perlu dikaji lebih dalam lagi,” pungkasnya. (sud/mak/kho)
PKS Terget Raih 14 Kursi
PKS Terget Raih 14 Kursi
Radar Cirebon 28/4
SUMBER-Semakin dekatnya masa pemilihan umum 2009, Partai Keadilan Sejehtera (PKS) giat mempersiapkan kader terbaiknya untuk menjadi wakil rakyat mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Ketua Fraksi PKS DPR RI, Drs H Mahfudz Siddiq MSi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan konsolidasi daftar calon legislatif baik dari internal partai maupun eksternal, namun memiliki kontribusi yang besar terhadap PKS.
“Kami berharap pada bulan Mei daftar calon wakil rakyat ini bisa selesai. Sehingga, PKS memiliki waktu yang lama untuk menyosialisasikan kadernya kepada masyarakat,” jelasnya kepada Radar, kemarin (27/4).
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan, nantinya calon dari PKS harus mampu merepresentasikan visi dan misi PKS. Selain itu, caleg dari PKS juga berkiprah terhadap pengembangan partai, baik langsung maupun tidak langsung. “Syarat caleg PKS juga harus mempunyai track record kepribdian yang baik dan mempunyai daya angkat suara,” ujarnya.
Dengan persiapan yang cukup matang, PKS menargetkan pencapaian wakilnya di DPRD Kabupaten Cirebon pada Pemilu 2009 sebanyak 14 kursi atau naik delapan kursi dari yang ada saat ini. Sedangkan untuk DPRD provinsi, menargetkan perolehan kursi sebanyak sembilan kursi. “Khusus untuk wilayah pemilhan Cirebon dan Indramayu, diharapkan mampu meraih tiga kursi untuk DPRD Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Lebih lanjut Mahfudz mengungkapkan, untuk kursi DPR RI, PKS menargetkan pencapaian kursi mencapai 110 kursi atau 20 dari jumlah anggota DPR RI. Nantinya, diharapkan penyumbang kursi untuk DPR RI paling banyak berasal dari Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat serta Sumatera. “Bila nantinya berhasil meraih 205 suara, PKS akan mencalonkan sendiri presiden dengan mengedepankan tokoh muda untuk mengganti tokoh-tokoh nasional yang ada saat ini yang umurnya sudah cukup tua,” tukasnya. (mam)
Radar Cirebon 28/4
SUMBER-Semakin dekatnya masa pemilihan umum 2009, Partai Keadilan Sejehtera (PKS) giat mempersiapkan kader terbaiknya untuk menjadi wakil rakyat mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Ketua Fraksi PKS DPR RI, Drs H Mahfudz Siddiq MSi mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan konsolidasi daftar calon legislatif baik dari internal partai maupun eksternal, namun memiliki kontribusi yang besar terhadap PKS.
“Kami berharap pada bulan Mei daftar calon wakil rakyat ini bisa selesai. Sehingga, PKS memiliki waktu yang lama untuk menyosialisasikan kadernya kepada masyarakat,” jelasnya kepada Radar, kemarin (27/4).
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan, nantinya calon dari PKS harus mampu merepresentasikan visi dan misi PKS. Selain itu, caleg dari PKS juga berkiprah terhadap pengembangan partai, baik langsung maupun tidak langsung. “Syarat caleg PKS juga harus mempunyai track record kepribdian yang baik dan mempunyai daya angkat suara,” ujarnya.
Dengan persiapan yang cukup matang, PKS menargetkan pencapaian wakilnya di DPRD Kabupaten Cirebon pada Pemilu 2009 sebanyak 14 kursi atau naik delapan kursi dari yang ada saat ini. Sedangkan untuk DPRD provinsi, menargetkan perolehan kursi sebanyak sembilan kursi. “Khusus untuk wilayah pemilhan Cirebon dan Indramayu, diharapkan mampu meraih tiga kursi untuk DPRD Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Lebih lanjut Mahfudz mengungkapkan, untuk kursi DPR RI, PKS menargetkan pencapaian kursi mencapai 110 kursi atau 20 dari jumlah anggota DPR RI. Nantinya, diharapkan penyumbang kursi untuk DPR RI paling banyak berasal dari Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat serta Sumatera. “Bila nantinya berhasil meraih 205 suara, PKS akan mencalonkan sendiri presiden dengan mengedepankan tokoh muda untuk mengganti tokoh-tokoh nasional yang ada saat ini yang umurnya sudah cukup tua,” tukasnya. (mam)
Pemberian Taujih dan Ceramah di Daerah Pemilihan Cirebon dan Indramayu
PKS Ajak Berpolitik Santun
PKS Ajak Berpolitik Santun
Minggu, 11 Mei 2008
Tauhid: Kini Masyarakat Semakin Cerdas Memilih
Denpatrol.com, INDRAMAYU– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak untuk mentradisikan berpolitik santun. Partai yang mengusung agenda dakwah ini sepertinya ingin memberikan kontribusi kebaikan di semua lini kehidupan, termasuk kalangan elit politik maupun birokrat.
“Sejak awal berdirinya, PKS memahami partai hanya sebagai sarana untuk melakukan perubahan-perubahan menuju arah yang lebih baik. Sebagai organisasi politik, tentunya kami ingin mengajak para aktifis politik maupun elit birokrat untuk senantiasa komitmen pada politik yang ber-etika,” ujar ketua DPD PKS Indramayu, Ruswa SAg, usai acara silaturahim tokoh dan klader PKS di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan.
Ruswa mengungkapkan, ia perlu mengingatkan hal tersebut karena saat ini ada orang yang selalu bernafsu untuk menjelek-jelekkan PKS meskipun tanpa dasar. Bagaimana pun, PKS merupakan potensi yang seharusnya dilihat sebagai mitra, dan bukan sebagai ancaman. Meski tidak memiliki kursi di DPRD, PKS masih memiliki kemampuan untuk ikut serta dalam pembangunan masyarakat Indramayu.
Ruswa menyebutkan, diantara bentuk pembunuhan karakter tersebut adalah menyebutkan PKS sebagai teroris dan seolah-olah menjadi ancaman.
Ruswa memaklumi bahwa anggapan miring tersebut bisa saja disebabkan keterbatasan informasi tentang PKS, atau adanya pembisik-pembisik yang tidak senang dengan semakin kokohnya keberadaan PKS dalam kancah politik, maupun citra di masyarakat yang masih terjaga.
Ruswa menghadiri acara silaturahim kader PKS dan tokoh masyarakat yang diadakan oleh Forum Pemuda Tajug. Dalam kesempatan tersebut, Ruswa didampingi oleh Humas DPD PKS Indramayu, Ibrohim Shaleh SSos.
Sementara itu, kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) dalam Pilgub Jabar beberapa waktu, lalu merupakan bukti bahwa masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih pemimpin. Hal ini juga menunjukkan kalau warga Jawa Barat memang menginginkan adanya perubahan, yang diawali dengan perubahan kepemimpinan.
Hal tersebut mengemuka silaturahmi yang dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKS serta PD Wanita PUI, Minggu (11/5) di gedung pertemuan PUI Jatibarang. Acara dihadiri Ketua Fraksi PKS DPR RI Drs Mahfudz Siddiq Msi.
“Semua warga PKS mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada masyarakat atas kepercayaannya terhadap pasangan Hade pada Pilgub Jabar belum lama ini. Keduanya merupakan figur pimpinan umat,” terang Koordinator Dapil 3 PKS Kabupaten Indramayu, Tauhid STP.
Kemenangan tersebut, lanjut Tauhid, adalah ujian berat yang mampu dilewati. “Setelah ujian berat yang sudah dapat dilewati, masih ada ujian yang sangat berat lagi. Yakni tugas untuk menjalankan dan mengisi kemenangan yang sudah diraih. Karena untuk dapat memenuhi janji dan melaksanakan berbagai program pembangunan bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi gejolak perekonomian yang dinilai belum dapat berpihak pada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, PKS menargetkan pada Pemuli 2009 nanti akan mengantongi 9 kursi di DPRD Indramayu, sehingga lebih bisa mengadvokasi kepentingan rakyat. “Untuk wakil dari Dapil 3 hampir bisa dipastikan 2 kursi. Siapapun yang duduk nanti harus bisa mengakomodir aspirasi dan advokasi yang pro terhadap nasib dan kepentingan rakyat,” tandasnya. (radarcirebon)
Minggu, 11 Mei 2008
Tauhid: Kini Masyarakat Semakin Cerdas Memilih
Denpatrol.com, INDRAMAYU– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajak untuk mentradisikan berpolitik santun. Partai yang mengusung agenda dakwah ini sepertinya ingin memberikan kontribusi kebaikan di semua lini kehidupan, termasuk kalangan elit politik maupun birokrat.
“Sejak awal berdirinya, PKS memahami partai hanya sebagai sarana untuk melakukan perubahan-perubahan menuju arah yang lebih baik. Sebagai organisasi politik, tentunya kami ingin mengajak para aktifis politik maupun elit birokrat untuk senantiasa komitmen pada politik yang ber-etika,” ujar ketua DPD PKS Indramayu, Ruswa SAg, usai acara silaturahim tokoh dan klader PKS di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan.
Ruswa mengungkapkan, ia perlu mengingatkan hal tersebut karena saat ini ada orang yang selalu bernafsu untuk menjelek-jelekkan PKS meskipun tanpa dasar. Bagaimana pun, PKS merupakan potensi yang seharusnya dilihat sebagai mitra, dan bukan sebagai ancaman. Meski tidak memiliki kursi di DPRD, PKS masih memiliki kemampuan untuk ikut serta dalam pembangunan masyarakat Indramayu.
Ruswa menyebutkan, diantara bentuk pembunuhan karakter tersebut adalah menyebutkan PKS sebagai teroris dan seolah-olah menjadi ancaman.
Ruswa memaklumi bahwa anggapan miring tersebut bisa saja disebabkan keterbatasan informasi tentang PKS, atau adanya pembisik-pembisik yang tidak senang dengan semakin kokohnya keberadaan PKS dalam kancah politik, maupun citra di masyarakat yang masih terjaga.
Ruswa menghadiri acara silaturahim kader PKS dan tokoh masyarakat yang diadakan oleh Forum Pemuda Tajug. Dalam kesempatan tersebut, Ruswa didampingi oleh Humas DPD PKS Indramayu, Ibrohim Shaleh SSos.
Sementara itu, kemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) dalam Pilgub Jabar beberapa waktu, lalu merupakan bukti bahwa masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih pemimpin. Hal ini juga menunjukkan kalau warga Jawa Barat memang menginginkan adanya perubahan, yang diawali dengan perubahan kepemimpinan.
Hal tersebut mengemuka silaturahmi yang dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKS serta PD Wanita PUI, Minggu (11/5) di gedung pertemuan PUI Jatibarang. Acara dihadiri Ketua Fraksi PKS DPR RI Drs Mahfudz Siddiq Msi.
“Semua warga PKS mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada masyarakat atas kepercayaannya terhadap pasangan Hade pada Pilgub Jabar belum lama ini. Keduanya merupakan figur pimpinan umat,” terang Koordinator Dapil 3 PKS Kabupaten Indramayu, Tauhid STP.
Kemenangan tersebut, lanjut Tauhid, adalah ujian berat yang mampu dilewati. “Setelah ujian berat yang sudah dapat dilewati, masih ada ujian yang sangat berat lagi. Yakni tugas untuk menjalankan dan mengisi kemenangan yang sudah diraih. Karena untuk dapat memenuhi janji dan melaksanakan berbagai program pembangunan bukanlah hal yang mudah, ditambah lagi gejolak perekonomian yang dinilai belum dapat berpihak pada masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, PKS menargetkan pada Pemuli 2009 nanti akan mengantongi 9 kursi di DPRD Indramayu, sehingga lebih bisa mengadvokasi kepentingan rakyat. “Untuk wakil dari Dapil 3 hampir bisa dipastikan 2 kursi. Siapapun yang duduk nanti harus bisa mengakomodir aspirasi dan advokasi yang pro terhadap nasib dan kepentingan rakyat,” tandasnya. (radarcirebon)
Subscribe to:
Posts (Atom)


