Showing posts with label PKS. Show all posts
Showing posts with label PKS. Show all posts

Monday, September 05, 2011

PKS Akui Adang Daradjatun Nyetor untuk DKI 1

Heboh Wikileaks
Senin, 5 September 2011

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui menanyakan sokongan dana Adang Daradjatun saat akan dicalonan menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2007. Namun PKS menampik telah meminta Rp15 miliar supaya Adang diloloskan menjadi calon gubernur yang diusung.

"Tidak ada ada tawaran Rp15 mililar supaya Adang terpilih sebagai cagub dari PKS. Kalau calon mengeluarkan uang untuk maju ya memang semua begitu," kata Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq saat dikonfirmasi okezone, Senin (5/9/2011).

Mahfudz menjelaskan PKS menang memiliki dua kandidat yang bakal diusung yakni Adang dan Fauzi Bowo. Namun, karena Foke sudah diusung partai koalisi di DKI, PKS memutuskan memilih mantan Wakapolri tersebut untuk dipasangkan bersama Dani Anwar.

PKS sudah mengakui menerima setoran dari calon Gubernur DKI Jakarta Adang Daradjatun. Menurut Anda, wajarkah budaya setor-menyetor dalam pelaksanaan Pemilukada?

"Struktur PKS mengerucutkan calon maka kemudian secara resmi ada pembicaraan antara struktur dengan calon. Maka kebijakan politik PKS mengusung calon sendiri maka kami pilih Pak Adang," sambungnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang dibicarakan antara PKS dengan Adang. Pertama, calon diminta menjelaskan visi dan misi untuk memimpin Jakarta. Kedua, strategi pemenangan pilkada dan kebutuhan anggaran.

"Disitulah dibicarakan Pak Adang bisa menyiapkan dana berapa dan berapa dana dari struktur DPW dan DPP. Itu lomitmen pendanaan calon. Memang semua begitu calon pasti menyiapkan dana, tapi bukan berarti kita minta supaya dia diloloskan," terang Ketua Komisi I DPR ini.

PKS, sambung Mahfudz, mengeluarkan Rp40 miliar lebih untuk mengusung Adang-Dani sebagai orang nomer satu di DKI Jakarta. "Dana itu tidak termasuk dana-dana swadaya oleh kader-kader PKS yang jadi partisan kampanye,"
pungkasnya.
Okezone.com

Thursday, August 11, 2011

Penentuan Capres dari PKS, Tunggu Keputusan Majelis Syuro

Kamis, 11 Agustus 2011

Surabaya - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih belum tertarik membicarakan soal calon presiden (capres) yang akan diusung atau didukung pada Pilpres 2014 mendatang. Penentuan capres akan menunggu keputusan Majelis Syuro PKS.

"Kita belum pernah membicarakan apapun terkait dengan capres. Jadi kita bukan bicara serius atau tidak serius, karena memang belum pernah ada pembicaraan apapun tentang siapa yang akan dijagokan dari PKS," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq kepada wartawan di sela-sela acara safari ramadan di Surabaya, Senin (8/8/2011).

Pada Jumat (5/8) lalu, Wakil Ketua DPP PKS bidang Kepemimpinan, Zulkieflimansyah pernah menyatakan, Menko Polhukam Djoko Suyanto dinilai sebagai sosok yang relatif bersih dan layak menjadi pesaing tangguh bagi capres lainnya kelak. Menanggapi hal itu, Luthfi kembali menegaskan, PKS belum pernah membahas masalah capres sedikitpun.

"Ya silakan tanya ke yang bersangkutan. Secara official, PKS belum pernah membahas, karena masih lama," tuturnya.

Luthfi menyatakan, penentuan capres merupakan kewenangan Majelis Syuro PKS. Menurutnya, semua tokoh baik dari internal maupun eksternal PKS bisa saja menjadi capres PKS nantinya.

"Semua kemungkinan bisa saja terjadi, karena ini adalah politik. Mencalonkan atau bergabung, sangat bergantung pada perolehan suara di 2014 nanti, berapa nanti, posisi PKS seperti apa," ucap Luthfi.

"Negeri ini tidak mungkin dikelola sendirian, karena negeri ini sangat besar, rakyatnya banyak dan tersebar luas, sehingga harus melibatkan beragam komponen dan tidak bisa sendiri," imbuh Luthfi, yang juga menyebut target PKS pada Pileg 2014 mendatang adalah posisi tiga besar.

Kendati demikian, Luthfi sendiri belum bisa memastikan kapan Majelis Syuro PKS akan membahas pencapresan. "Ya kita lihat dinamika politik, kapan memutuskan sidang untuk membicarakan hal itu, sampai sekarang belum ada agenda," ujarnya.

Sementara itu, mengenai hadirnya Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), PKS menyambut positif. "Kami welcome. Ini era demokrasi dan era kebebasan. Kami welcome dengan semua upaya tampil menjadi partai politik," terangnya.

Mengenai Sri Mulyani disebut-sebut menjadi salah satu calon presiden 2014 nanti, Luthfi enggan menanggapi. Menurutnya, penilaian layak atau tidak atas seorang kandidat, berada di tangan rakyat.

"Yang menilai ideal atau tidak, itu domain publik. Semua orang boleh mencalonkan dan boleh memunculkan dan bisa mencalonkan diri, tapi uji publik itu yang diperlukan," jelas dia.

"Jadi layak tidaknya, diserahkan ke masyarakat. Karena apapun yang diinginkan masyarakat, hasilnya masyarakat juga yang merasakannya," tandas Luthfi.

(roi/nvc)

Monday, June 27, 2011

'Transformasi' PKS Jelang 2014

Minggu, 26 Juni 2011 13:49 WIB



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Suhu politik jelang Pemilu 2014 kian memanas. Namun, hal ini tidak diimbangi dengan perubahan baik partai politk (Parpol). Tidak ada jaminan stabilitas politik hingga tidak terwakilinya masyarakat dengan keberadaan Parpol, semakin membuat citra buruk bagi Parpol itu sendiri.

Menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal, Parpol yang ada hanya mengadaptasi budaya masa lalu. Sehingga, tambahnya, Parpol yang ada kehilangan rencana poltik yang bersifat visioner.

Saat ini, ungkap Musatafa, PKS tengah melakukan perbaikan dalam menjawab persoalan tersebut. "Kita akan coba merubah mainset tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut Musatafa mengatakan, PKS akan terus mengedapankan nilai-nilai ke-Islaman dalam penerapan pola politik PKS. "Namun, tidak mengacu pada Negara Islam seutuhnya," tuturnya.

Nilai agama tersebut, jelas Mustafa, nantinya akan memberikan sebuah jawaban terkait permasalahan radikalisme bangsa Indonesia. Menurutnya, perangkulan para tokoh agama dapat menjadi senjata melawan serangan radikalisme. "Tokoh agama bukan menjadi alat politik untuk mengkotak-kotakan agama," tuturnya.

Tak hanya Musatafa, Anggota Komisi VII Fraksi PKS, Sohibul Iman mengatakan, penerapan nilai keagaman menjadi hal penting untuk diterapkan oleh nagara. Selain penerapan hukum yang masih kurang, sambungnya, perilaku buruk masih menjadi sifat keseluruhan masyarakat.

Selain itu, jelasnya, ketidakmampuan kita untuk merambah sektor ekonomi membuat sektor poltik menjadi pelarian. "Nantinya, sektor ekonomi harus juga menjadi sektor yang dikuasai secara keseluruhan," ujarnya.

Ke depan, terangnya, PKS akan terus menjadi media yang menjaga kepercayaan masyarakat. "Kepercayaan masyarakat yang rendah menghasilkan pembangunan yang tidak efektif," kata Iman.

Saat ini, tambahnya, PKS berada pada posisi tengah. Hal ini, sambungnya, menjadikan PKS sebagai Parpol yang dapat mengedepankan aspirasi masyarakat untuk menjawab permasalahan kepercayaan masyarakat. "PKS akan selalu terbuka dengan masukan dari siapapun," tutur Iman.
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: C17

Wednesday, June 15, 2011

PKS: Sikap Adang Daradjatun Wajar Lindungi Istrinya

Minggu, 12 Juni 2011 05:22 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq, memaklumi sikap Adang Daradjatun yang secara terang-terangan melindungi istrinya, Nunun Nurbaeti. Menurutnya, sebagai seorang suami dan seorang yang mengerti hukum hal itu dinilai wajar.

“Kalau saya secara pribadi bisa mengerti bagaimana posisi dan perasaan sikap Pak Adang,” ujarnya ketika dihubungi Republika.

Mahfudz menilai bahwa sikap Adang wajar begitu melihat tindakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan istrinya sebagai tersangka. Sementara, alat bukti yang disajikan itu belum cukup.

Selain itu, sikap KPK dan pemerintah yang mengeluarkan red notice dan menetapkan Nunun dalam daftar pencarian orang (DPO) dari berbagai negara seolah mempromosikan Nunun sebagai otak suap cek pelawat tersebut.

“Padahal, kader suap atau yang menerima suap kan sudah diproses. Sekarang yang harus dicari adalah siapa yang memberi suap,” tegasnya. “Kasihan kalau aktor utama pemberi suap diduga jadi Nunun Nurbaeti. Jadi, wajar jika Adang bersikap begini.''

Redaktur: Didi Purwadi
Reporter: C04

Yusuf Supendi Buka Pintu Damai dengan Elite PKS

Selasa, 14/06/2011 18:43 WIB
Ari Saputra - detikNews


Jakarta - Sikap Yusuf Supendi, mantan pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terlihat melunak. Dia bersedia melakukan upaya damai (islah) dengan elite PKS dalam sidang mediasi di PN Jakarta Selatan. Bila sebelumnya dia terlihat bersemangat dan menyatakan tidak ada tawar menawar untuk damai, kali ini tidak.

"Fleksibel saja, bukan harga mati. Lihat dari pihak sananya, nanti bagaimana," kata Dani Saliswijaya saat mendampingi Yusuf di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (14/6/2011).

Atas ajakan damai tersebut, pengacara tergugat menyatakan akan berkonsultasi dulu. Sebab, menurut pengacara elite PKS, Yusuf masih berkeinginan kembali ke pangkuan PKS.

"Tentu kami akan menyampaikan pada klien saya apa-apa yang menjadi keinginan penggugat, beliau ingin islah, ingin kembali, ingin menjadi bagian dari PKS," ujar kuasa hukum tergugat Zainudin Paru saat berbarengan.

Keinginan Yusuf Supendi berdamai dengan elite PKS akan disampaikan kepada para petinggi partai Islam tersebut. "Karena memang belum pernah ada permintaan, kami akan menyampaikan, tentu sebagai kuasa hukum personal lawyer membawa pesan-pesan yang diinginkan penggugat," ucapnya.

Sidang mediasi antara Yusuf dan elite PKS berlangsung selama 40 hari, mediasi ini di mediatori oleh Hakim Aksir. Selaku mediator, Hakim Aksir telah meminta agar Yusuf dan elite PKS duduk bersama.

"Pak Aksir sudah memberikan arahan kepada kami untuk mediasi dan penggugat memang minta kita islah, kami sebagai kuasa hukum tergugat dengan 9 orang principal dan 3 ahli waris, tidak mudah untuk mengumpulkan dan bertemu dengan mereka, kami minta 2 pekan tanggal 28 Juni akan ada pertemuan," ucap Paru.

(Ari/ndr)

Wednesday, May 04, 2011

Presiden PKS: Indonesia Jangan Turuti AS

Kompas GramediaKompas – Sen, 2 Mei 2011


JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia diminta tidak mengikuti agenda Amerika Serikat dalam mengantisipasi potensi kekerasan dan terorisme oleh generasi muda Indonesia. Justru, kepemimpinanlah yang harus diperkuat untuk mengantisipasi potensi kekerasan dan terorisme yang ditunjukkan oleh survei Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian bahwa 49 persen siswa menyetujui aksi radikal dalam menyelesaikan masalah agama dan moral.

"Mengubah kurikulum itu agenda Amerika Serikat untuk terorisme di Timur Tengah. Indonesia tak perlu ikut-ikutan menyuarakan agenda AS untuk negeri kita. Biarlah itu untuk Timur Tengah dan jangan dibawa di dalam negeri," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq di Hotel Sahid Jaya, Senin (2/5/2011).

Menurut dia, peran pemimpin, baik negara maupun institusi-institusi yang lebih kecil, termasuk sekolah dan keluarga yang seharusnya diperkuat. Kepemimpinan harus memberikan perhatian penuh bagi generasi muda. Salah satunya dengan membuka seluas-luasnya kanal bagi para pemuda dan remaja untuk menyalurkan aspirasi mereka.

Para pemimpin juga harus duduk bersama untuk memberikan harapan yang cerah bagi aspirasi para generasi muda tersebut, dengan merumuskan solusi yang konkret daripada sekadar janji yang tak jelas juntrungannya. Kalaupun Indonesia disebut sebagai lahan subur terorisme saat ini, Luthfi mengatakan, negara lain juga mengalaminya.

"Indonesia bukan satu-satunya negara yang seperti itu. Yang harus dievaluasi, kan, harusnya bukan anak-anak SMA saja, tetapi juga seluruh pimpinan formal dan informal harus mengevaluasi diri agar bisa mengambil peran yang konstruktif terhadap anak-anak SMA dan mahasiswa saat ini. Mereka, kan, selama ini merasa tak memiliki saluran aspirasi, tak merasa diperhatikan, hak-hak tak dipenuhi sehingga mengambil langkah-langkah destruktif," katanya.

Semua pihak, mulai dari keluarga, guru, dosen, pimpinan masyarakat, hingga tokoh agama seharusnya mengambil peran untuk melakukan pendidikan yang komprehensif. Pendekatan ini harus dibarengi pula dengan pendekatan represif dan antisipatif oleh aparat keamanan.

Tuesday, April 26, 2011

Polisi Bebaskan Penginjak Kain Merah Putih

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA- Polresta Tasikmalaya, Jawa Barat, membebaskan pemain teaterikal yang dituduh telah melecehkan simbol negara dengan menginjak kain berwarna merah dan putih dalam acara milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-13 di kota itu.

"Orang yang terlibat dalam aksi tarian injak bendera di milad PKS pada Minggu (24/4) telah dipulangkan kembali ke rumahnya masing-masing," kata Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya, AKP Anton Firmanto, kepada wartawan, Senin.

Pemain teaterikal bersama penanggungjawabnya langsung diamankan polisi saat aksi teatrikal berlangsung. Mereka dinilai melecehkan simbol negara di atas kain berwarna merah dan putih.

Pemain dan panitia tidak ditahan. Berdasarkan penyelidikan, kata Anton, mereka tidak terbukti melanggar hukum atau melakukan tindakan pelecehan. Berdasarkan undang-undang, lanjutnya, kain merah putih yang digunakan dalam aksi teaterikal itu tidak masuk dalam kategori bendera.

Mengacu pada Undang-undang nomor 24 tahun 2009 pasal 66, dijelaskan Anton, ketentuan khusus secara aturan bentuk atau panjang dan lebar sebuah bendera ada kategorinya. Sementara yang digunakan dalam teaterikal itu, berukuran 200 cm x 600 cm, tidak masuk dalam sebuah kriteria bendera yang menjadi simbol negara.

"PKS Besar Bukan Karena Orang Besar"

Politik
Minggu, 17 April 2011, 12:15 WIB

Presiden PKS mengingatkan turbulensi yang mengguncang partai tak akan berhenti hingga 2014



VIVAnews - Hari ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tepat berusia 13 tahun. Memasuki usia yang mulai matang, berbagai guncangan dan gelombang mulai menerpa. Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq, menyebutkan PKS tak khawatir karena merupakan partai yang tumbuh dari bawah.

Dia menuturkan, sejak Orde Baru dan Reformasi, tidak ada satu partai pun yang dapat tumbuh besar, kecuali di belakang mereka ada tokoh besar dan dukungan dana.

"Ada partai yang memanfaatkan orang besar dan biaya besar untuk mendapat dukungan suara. Namun, PKS tanpa didukung orang besar dan dana besar bisa eksis, bisa menjadi besar dan diterima kebenarannya secara universal," kata dia dalam orasinya di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu, 17 April 2011. "Ini adalah tanggung jawab partai Islam untuk menunjukkan keramahan partai yang diwujudkan secara nyata, meskipun tak memiliki tokoh populer dan dana besar."

Soal berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya dan PKS, Luthfi menyatakan, "Ada angin yang menyejukkan, menggoyang serta angin yang mengoyakkan tatanan yang ada. Turbulensi yang dihadapi PKS hanya akan mematangkan kader dan soliditas partai."

Menurut dia, turbulensi itu tidak akan reda hingga 2014. "Jangan harap akan mereda tapi akan berlanjut hingga 2014 nanti," ujar Luthfi.

Luthfi memperingatkan, agar kader PKS merapatkan barisan serta mengokohkan nilai universal dan diterima kebenarannya kepada masyarakat.

Milad ke-13 dihadiri sekitar 300 ribu massa dan partisan PKS. Sebagian besar di antaranya tidak dapat masuk stadion karena telah penuh. Hadir pula ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Perwakilan dan Duta besar dari Palestina, Kuwait, Irak, Australia, dan Inggris.
• VIVAnews

Monday, April 25, 2011

Inilah Kronologis Penginjakan Merah-Putih di Acara PKS

NEWS » Nasional

TB Ardi Januar - Okezone
Senin, 25 April 2011 11:11 wib


JAKARTA – Citra PKS kembali tercoreng. Setelah sempat dihebohkan karena salah satu kadernya di DPR menonton video porno saat sidang paripurna, kali ini PKS kembali dikejutkan dengan pemberitaan penginjakan kain merah-putih dalam acara Milad PKS di Kota Tasikmalaya.

Kala itu, saat salah satu pengisi acara melakukan aksi teatrikal, kedapatan menginjak kain warna merah dan putih. Mereka pun akhirnya diamankan pihak kepolisian. Berikut adalah kronologis lengkap atas kejadian kontroversi tersebut sebagaimana yang diterima okezone, Senin (25/4/2011).

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Klarifikasi DPD PKS Kota Tasikmalaya berkenaan dengan peristiwa penginjakan kain berwarna merah putih oleh Tim Performance Art pada acara Milad PKS ke-13 se-Priangan Timur di Gor Sukapura Dadaha, Tasikmalaya, hari Ahad Tanggal 24 April 2011

KRONOLOGIS KEJADIAN

1.Agenda acara Milad dibagi menjadi dua tempat yaitu indoor dan outdoor, indoor dilaksanakan di Gedung Olah Raga Sukapura Tasikmalaya sedangkan acara outdoor dilaksanakan di halaman depan Gedungnya.

2.Acara outdor ini dimulai pada pukul 08.00 dengan menampilkan pagelaran rampak drum dilanjutkan dengan performance art.

3. Pagelaran ini di lakukan oleh tim seni professional yang dibayar oleh panitia dan mereka adalah siswa dan siswi SMA Al-Muttaqin Kota Tasikmalaya (Group Bangsal Percussion)

4. Berawal dari permintaan panitia -dalam hal ini penanggung jawab acara- yaitu Sdr. Wahyudin kepada Group Bangsal Percussion untuk mengisi acara performence art sebagai acara pendukung pada acara Milad PKS ke-13 Se-Priangan Timur.

5. Untuk selanjutnya panitia (penanggung jawab acara) memberitahukan bahwa kegiatan ini bertema “Bekerja untuk Indonesia” dan dengan sub tema “Berjuta Cinta untuk Indonesia”.

6. Kemudian mereka menawarkan rampak drum ditambah dengan tarian-tarian daerah yang menceritakan keanekaragaman budaya-budaya Indonesia.

7. Mereka tidak menjelaskan secara detail acara tersebut ke penanggung jawab acara dan penanggung jawab acara disibukan dengan persiapan acara inti yang ada di indoor.

8. Bahwa kesalahan koordinator bidang acara tidak melaksanakan kegiatan gladi resik secara detail sebagaimana lazimnya. Dan penanggung jawab acara mempercayakan sepenuhnya kepada tim performance art.

9. Jalannya acara diawali dengan tabuh-tabuhan drum yang mengalunkan bunyi-bunyian berirama diselingi dengan pembacaan puisi. Setelah itu masuklah delapan orang penari perempuan dengan membawa kain berukuran 2 m x 6 m berwarna merah putih.

10. Kemudian kain tersebut dibentangkan di atas kepala para penari dan mereka berkeliling yang akhirnya kain tersebut diletakkan di atas tanah dan menjadi alas untuk beberapa jenis tarian daerah.

11. Sesaat setelah acara berlangsung Ust Heri Ahmadi (Ketua FPKS DPRD Kota Tasikmalaya) ditelepon oleh Kasat Intel Polresta Tasikmalaya untuk dimintai klarifikasi.

12. Karena Ust Heri Ahmadi bukan panitia, beliau mengajak Ketua Panitia dan kebetulan hadir pula anggota DPR RI Bapak Kemal Azis Stamboel untuk menyikapi peristiwa tersebut.

13. Keputusannya, bahwa penanggung jawab acara (Sdr. Wahyudin), koordinator tim performance art (Sdr. Tatang “Pahat” Sumpena) dan dua orang anggota timnya diperintahkan oleh Ketua DPD PKS Ust. Tono Wartono, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya Ust. Heri Ahmadi dan anggota DPR RI Bpk. Kemal Azis Stamboel untuk segera berkoordinasi dengan pihak Polresta Tasikmalaya.

14. Setibanya di Polresta segera dilakukan proses penyidikan oleh pihak kepolisian dan Sdr. Wahyudin (Penanggung jawab acara) ditetapkan dengan status sebagai saksi. Proses pemeriksaan berlangsung dari jam 11.00 sampai jam 12.00 WIB.

15. Penanggung jawab acara menjelaskan secara detail bahwa kejadian tersebut terjadi diluar kontrolnya dan menginformasikan bahwa tim Performance Art berasumsi kain berwarna merah putih yang berukuran 2 m x 6 m yang digunakan dalam acara tersebut dipahami bukan sebagai bendera.

16. Asumsi itu dikuatkannya dengan alasan bahwa yang dimaksud dengan bendera kebangsaan mempunyai ukuran yang sudah baku berdasarkan Undang-Undang.

UPAYA YANG DITEMPUH OLEH DPD PKS KOTA TASIKMALAYA :

1. Setelah seluruh rangkaian acara Milad selesai, pengurus DPD dan Fraksi secara bertanggung jawab segera mendatangi Mapolresta Tasikmalaya untuk meminta kejelasan.

2. Karena Kapolresta sudah tidak ada di tempat, DPD dan Fraksi segera mendatangi kediaman sementaranya di Hotel Asri komplek Asia Plaza Tasikmalaya.

3. Setelah dilakukan dialog dan dijelaskan secara singkat kronologis yang terjadi, Beliau memahami hal tersebut dan segera memerintahkan melalui HPnya kepada Kasat Reskrim untuk segera mempercepat proses penyidikan dan meminta agar sebelum maghrib semua anak-anak yang disidik segera dipulangkan.

4. Untuk meminimalisir efek negatif pemberitaan media tentang kejadian tersebut, ketua DPD didampingi Wasekum Bidang Humas, anggota Bidang Acara dan anggota FPKS DPRD Kota Tasikmalaya yaitu Ust. Ade Ruhimat segera mendatangi kantor redaksi Kabar Priangan dan Radar Tasikmalaya untuk menjelaskan kronologis kejadian dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat melalui media tersebut agar masyarakat proporsional dalam menanggapi berita tersebut.

Tasikmalaya, 24 April 2011

Dewan Pengurus Daerah
Partai Keadilan Sejahtera
Kota Tasikmalaya

TONO WARTONOAGUS SETIAWAN
Ketua Umum

(teb)

Mahfudz: PKS Tak Bermaksud Lecehkan Simbol Negara

INILAH.COM, Jakarta - Penginjakan kain berwarna merah-putih dalam Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-13, tidak bermaksud untuk melecehkan bendera merah-putih.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Mahfudz Siddiq menjelaskan penampilan teatrikal tarian nusantara oleh sejumlah pelajar SMA adalah sumbangan spontan untuk memeriahkan Milad PKS ke-13 di GOR Dadaha, Tasikmalaya.

"Karena spontan, maka tarian dilakukan dilakukan di luar gedung GOR. Tak disangka di ujung tarian ada kain seperti bendera merah putih terinjak oleh peserta tari," kata Mahfudz kepada wartawan, Jakarta, Senin (25/4/2011).

Mahfudz menambahkan panitia, DPD PKS Kota Tasikmalaya, dan penanggung jawab tarian sudah memberikan keterangan di Polres setempat. Pihak Polres bisa menerima penjelasan panitia sebagai insiden yang tidak dimaksudkan apa-apa. "Pihak penyumbang tarian juga sudah meminta maaf," ujarnya. [bar]

Tuesday, April 12, 2011

Priyo: Arifinto Gentleman foto

Senin, 11/04/2011 15:30 WIB
Adi Nugroho - detikNews


Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengapresiasi keputusan mundur yang ditempuh anggota DPR dari FPKS Arifinto setelah kepergok nonton video porno saat paripurna. Bagi Priyo, Arifinto bersikap sebagai gentleman.

"Saya kira ini sikap yang gentleman. Kalau pun yang bersangkutan diperiksa kan belum tentu yang bersangkutan salah, terutama kalau benar Beliau menerima email. Meskipun, ada data lain dari fotografer tersebut ternyata jepretannya tidak hanya satu," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011).

Politisi Partai Golkar ini berharap kasus Arifinto menjadi pelajaran bagi semua pihak. "Langkah Beliau mesti diapresiasi jauh sebelum diewer-diewer menjadi bola liar ke mana-mana, diperiksa di Badan Kehormatan. Saya minta semua pihak menghormati langkah yang bersangkutan," ujarnya.

Priyo juga menghargai menghargai temuan fotografer Media Indonesia, M Irvan. "Ini adalah koreksi bagi kita semua," kata dia.

Ketika ditanya usulan larangan membawa Blackberry dan iPad saat sidang, Priyo tidak sependapat.

"Saya kira tidak perlu sampai ke sana. Yang jadi masalah itu kan gambar yang tidak pantas. Kenapa saya katakan belum tentu salah, kalau benar argumentasi yang bersangkutan menerima tidak sengaja. Tetapi, kalau sengaja untuk membuka konten yang porno saat paripurna jelas itu tidak patut," papar dia.

Arifinto mundur dari anggota DPR setelah heboh foto dirinya yang asyik nonton video porno beredar. Arifinto meminta maaf dan akan fokus meningkatkan kualitas diri dan memperbaiki diri, salah satunya dengan mengkhatamkan Al Quran.

(aan/fay)

Arifinto Minta Maaf ke Seluruh Kader PKS dan DPR

Senin, 11/04/2011 13:31 WIB
Elvan Dany Sutrisno - detikNews



Jakarta - Politisi asal PKS Arifinto yang menjadi buah bibir setelah foto-fotonya yang sedang menonton video porno beredar telah memutuskan mundur dari DPR. Arifinto juga meminta maaf.

"Selaku perintis dan pendiri Partai Keadilan (PK), saya terpanggil tampil demi nama baik partai saya," kata Arifinto dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011). Dia didampingi oleh Abdul Hakim, anggota FPKS, dan staf ahli FPKS, Hartono. Jumpa pers ini tanpa tanya jawab.

Arifinto merasa pemberitaan atas dirinya tentang video porno itu telah merugikan partai yang menaunginya, PKS. Karena itu, Arifinto meminta maaf.

"Saya meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan, konstituen dan kepada seluruh anggota DPR yang terhormat," kata Arifinto membacakan statemennya.

Statemen itu juga berisi pernyataan pria berkumis tebal itu untuk mundur dari DPR. Surat pengajuan pengunduran dirinya segera diajukan ke partainya.

Foto-foto Arifinto tersebar sedang menonton video porno pada Jumat 8 April lalu. Foto-foto itu dibidik oleh fotografer Media Indonesia. Arifinto mengaku mendapat link dari dari email yang masuk.

Setelah diklik, ternyata link itu mengarah pada satu video porno. "Saya langsung menutupnya dan langsung saya hapus," kata Arifinto saat dikonfirmasi detikcom pada jumat pekan lalu. Namun berdasar foto-foto, video itu dibuka dari folder tablet dan bukan dari email.


(ken/nrl)

Pernyataan Lengkap Arifinto Mundur dari DPR

Senin, 11/04/2011 13:36 WIB
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Dengan membacakan secarik kertas, anggota Fraksi PKS yang kepergok nonton video porno saat sidang paripurna, Arifinto, menyatakan mundur sebagai anggota DPR. Arifinto akan fokus meningkatkan kualitas dirinya.

Arifinto menggelar jumpa pers didampingi anggota Fraksi PKS Abdul Hakim dan seorang staf Hartono di press room Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011). Tak ada tanya jawab dalam konferensi pers itu.

Berikut isi lengkap pernyataan yang dibacakan Arifinto:

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Dengan ini saya, nama Arifinto anggota DPR RI no A-72 dari Fraksi PKS tahun 2009-tahun 2014.

Selaku perintis dan juga pendiri Partai Keadilan, saya merasa terpanggil untuk tampil secara bertanggung jawab demi keberlangsungan, kesinambungan, dan nama baik serta kebesaran partai saya.

Atas pemberitaan terhadap diri saya dan dinamika media yang berkembang saat ini, saya meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan, konstituen PKS, serta kepada seluruh anggota DPR RI yang terhormat.

Dengan seluruh kesadaran diri saya tanpa paksaan dari siapa pun dan pihak mana pun demi kehormatan diri dan partai saya, setelah pernyataan ini saya akan segera mengajukan kepada partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR.

Semoga keputusan yang saya ambil ini membawa kebaikan dan pembelajaran yang bermanfaat bagi diri, partai, konstituen saya, seluruh anggota DPR-RI. Semoga ini menjadi pewarisan positif dan konstuktif bagi bangsa dan negara ini di masa yang akan datang.

Untuk selanjutnya saya akan tetap bekerja untuk kepentingan partai saya, baik dalam posisi saya sebagai atau bukan sebagai anggota DPR RI.

Selain itu saya juga akan meningkatkan kualitas diri saya dengan terus menerus memperbaiki diri dengan senantiasa beristighfar, mengkhatamkan Quran, meminta tausiyah kepada ulama, bersedekah kepada fakir miskin, dan juga semua kebaikan yang dapat saya lakukan demi kejayaan hidup saya di dunia dan akhirat nanti.

Walaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh


(aan/nrl)

Tuesday, April 05, 2011

Mahfudz Siddiq: Ustad Hilmi Bukan Binaan Intelijen

Senin, 04/04/2011 19:00 WIB
Vila Mewah Hilmi Aminudin (5)
M. Rizal - detikNews


Jakarta - Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menegaskan vila mewah Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Amindin di Lembang, Bandung, Jawa Barat, merupakan proyek dakwah. Kompleks vila yang dinamai Padepokan Madani itu dibangun dari dana sumbangan.

"Proyek Padepokan Madani di Lembang betul-betul sumbangan sana-sini, orang-orang yang mendukung dakwah, ada yang nyumbang bangunan ada yang nyumbang macam-macam. Artinya memang itu diperuntukkan untuk dakwah dan umat," kata Mahfudz kepada detikcom.

Selain isu soal vila mewah, Hilmi yang merupakan putra tokoh DI/NII Danu Muhammad Hasan, juga sering disebut-sebut sebagai binaan intelijen. Pengamat PKS Imdadun Rahmat meyakini Hilmi memang merupakan binaan intelijen. Namun penulis buku 'Ideologi Politik PKS' itu yakin Hilmi tidak menjadi anggota intelijen.

Mahfudz juga membantah Hilmi merupakan binaan intelijen dan mendapat banyak dana dari kegiatan mata-mata. "Yang saya tahu selama saya berinteraksi dengan beliau tidak punya hubungan apa-apa dengan BIN dan lain sebagainya," tegas Mahfudz.


Berikut wawancara detikcom dengan Mahfudz Siddiq:


Sebenarnya bagaimana sosok Hilmi Aminuddin bagi anda dan kader PKS lainnya?

Ya, kalau PKS mengenal Ustad Hilmi sebagai muasis, sebagai pendiri atau perintis dakwah di era tahun 1980-an awal, yang kemudian dalam perjalanan berkembang menjadi Partai Keadilan dan Partai Keadilan Sejahtera sekarang. Dan karena beliau perintis dan pendiri, dan jadi partai melakukan regenerasi kepemimpinan, makanya kepemimpinan partai diserahkan kepada Nurmahmudi, Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, Lutfhi Hasan. Dan beliau sekarang memimpin Majelis Syuro. Dan sekarang tidak terlalu banyak terlibat urusan-urusan operasional PKS.

Ada isu Hilmi Aminudin bagian dari intelijen atau binaan intelijen, bagaimana tanggapan anda?

Ya tidak juga. Karena kalau mau dikait-kaitkan itu merupakan bagian dari sejarah di masa lalu yang berkaitan dengan orang tuanya yang sudah almarhum. Orang tuanya saat itu akhirnya mengambil jalan moderat. Jadi Ustad Hilmi sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa dengan bagian sejarah orang tuanya itu.

Apakah benar Ustad Hilmi ini merupakan sosok yang bisa mengubah wajah PKS menjadi lebih moderat?

Jadi kalau Ustad Hilmi sendiri, karena setelah beliau menyelesaikan kuliahnya di Madinah, banyak melakukan evaluasi dan komparasi mengenai gerakan-gerakan Islam yang berkembang di era tahun 1980-an. Sebenarnya pemikiran-pemikiran yang dikembangkan oleh Ustad Hilmi pemikiran yang justru yang mengembalikan orisinalitas konsepsi dan politik Islam itu sendiri.

Ketika ramai ada isu insklusivitas Islam, keterbukaan Islam, beliau tegaskan ini bukan strategi, ini bukan taktik, tapi ini merupakan prisnsip dari ajaran Islam itu sendiri. Saat gerakan Islam berkembang, saat gerakan Tarbiyah tahun 1990-an berkembang, beliau ini merupakan muasis-nya, pendirinya.

Soal isu vila mewah di Lembang ini bagaimana?

Setelah gerakan tarbiyah menjadi partai politik, beliau melakukan kaderisasi kepemimpinan, dan tidak terlibat lagi memimpin operasional partai. Sejak itu beliau konsentrasi di Majelis Syuro. Nah, keluarga ibunya itu ada di Bandung, akhirnya beliau memutuskan untuk banyak mengisi waktunya dan harinya di Bandung bersama keluarga besarnya. Kemudian beliau pindah ke Bandung dan mulai merintis yang disebut Padepokan Madani, semacam Training Center untuk PKS sendiri dan bagi kalangan manapun untuk menggunakannya.

Dana pembangunan sendiri dari mana saja?

Beliau ini orang yang hubungannya luas. Ketika mendirikan Padepokan Madani, karena hubungan yang luas ini banyak sekali yang membantu dalam pembangunan, termasuk banyak kader yang membantu. Jadi ini sebenarnya padepokan itu proyek dakwah, karena rumahnya sendiri yang memang di areal itu, tapi memang sangat sederhana. Padepokan itu proryek dakwah untuk acara pengkaderan, kehumasan, dan tiap hari ada saja yang pakai, bahkan dipakai secara terbuka untuk umum.

Beliau juga mengembangkan program kemasyarakatan. Misalnya beliau membuat Klinik Sapi di sana. Jadi sapi-sapi warga di sekitar Lembang ada yang dibeli, ada yang diobati di treatment secara medic, kalau sapinya sudah sehat dikembalikan ke masyarakat. Sehingga sekarang ini beliau sangat dikenal betul oleh masyarakat.

Padepokan ini bukan pribadi. Kalau vila di Anyer itu kan juga bukan punya dia. Tapi itu merupakan Yayasan Nurul Fikri, beliau kan ikut mendirikan Yayasan Nurul Fikri yang dulu dipimpin Pak Suharna sekarang ketuanya Ustad Fahmy Alaydroes. Kemudian sekolahnya TK dan SD di Kelapa Dua, Depok. Lalu Yayasan Nurul Fikri ini juga membangun sekolah dan pesantren setingkat SMP dan SMA di Anyer itu.

Rumah Ustad Hilmi di Cipinang, Kalimalang tidak dijual itu masih ada, sekarang ditinggali salah satu anak beliau yang saya tahu.

Bagaimaa soal dana pembangunan proyek dan kekayaan Hilmi atas bantuan intelijen?

Yang saya tahu selama saya berinteraksi dengan beliau tidak punya hubungan apa-apa dengan BIN dan lain sebagainya. Proyek Padepokan Madani di Lembang betul-betul sumbangan sana-sini, orang-orang yang mendukung dakwah, ada yang nyumbang bangunan ada yang nyumbang macam-macam. Artinya memang itu diperuntukkan untuk dakwah dan umat. Akhirnya kita terus bolak-balik ke sana.


(zal/iy)

Monday, April 04, 2011

PKS Sambut Baik Rencana Pembentukan Hizbullah

Headline
Oleh: Santi Andriani
Nasional - Jumat, 1 April 2011 | 07:35 WIB


INILAH.COM, Jakarta- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambut baik rencana pendirian partai sempalan yang dihembuskan mantan elite PKS.

"(Mungkin) bisa menjadi saluran bagi cita-cita dan pikiran mereka yang dianggap sudah tidak sejalan dengan PKS," tandas Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PKS Mahfudz Siddiq dalam siaran persnya yang diterima INILAH.COM, Jumat (1/4/2011).

Mantan petinggi PKS, Tizar Zein sebelumnya menjelaskan, Hizbullah yang akan didirikannya bukanlah partai politik seperti PKS. Hizbullah yang dimaksud adalah istilah dalam pergerakan Islam bagi sekelompok atau perkumpulan umat Islam yang konsisten berjuang di jalan dakwah.

"Saya nggak mau ikut partai lagi. Partai bikin porak-poranda," kata Tizar kepada INILAH.COM kemarin (31/3/2011)

Mahfudz berharap nantinya lembaga itu bisa mengakomodasi perbedaan-perbedaan pokok dalam pemikiran mereka dengan PKS terutama dalam prinsip inklusifitas atau keterbukaan. "Mereka menolak ide ini. Hal lain adalah penilaian bahwa PKS sekarang cenderung pragmatis," ujarnya.

Padahal, lanjut Mahfudz, pemikiran politik PKS tidak pernah ada kategorisasi idealisme dan pragmatisme. Tapi menurut dia akan lebih bagus jika para pendiri PKS itu bisa mewujudkan partai Islamis dan idealis seperti yang mereka selalu dengungkan.

Bahkan katanya, sebaiknya Hizbullah segera cepat dibentuk. "Semakin cepat semakin bagus agar cukup waktu mereka persiapkan diri untuk ikut pemilu 2014," pungkasnya. [nic]

Tuesday, March 29, 2011

Mahfudz Siddiq Persilakan Yusuf Supendi Laporkan Presiden PKS ke Polisi

Senin, 28 Maret 2011 , 11:39:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi



RMOL. Rencana salah seorang pendiri Partai Keadilan, sebelum berubah menjadi PKS, Yusuf Supendi, melaporkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, ke Mabes Polri ditanggapi dingin pimpinan PKS.

"Silakan saja," kata Wasekjen DPP PKS, Mahfudz Siddiq, di gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 28/3).

Menurut Mahfudz, DPP PKS tidak akan mengambil langkah apapun terhadap laporan Yusuf Supendi tersebut.

"Silakan saja melaporkan, itu hak warga negara. Silakan melaporkan ke sana kemari, kita no comment," demikian Mahfudz. [zul]

Mahfudz Siddiq: Ada Operasi Hancurkan Citra PKS

Tribunnews.com - Selasa, 22 Maret 2011 10:59 WIB

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA

Ketua Komisi X DPR-RI, Fraksi Demokrat, Mahfudz Siddik
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya mantan pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi dinilai untuk menjatuhkan citra Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Isu-isu yang dikembangkan Yusuf Supendi ini bagian dari rangkaian isu yang terjadi sebelumnya, dengan target melakukan demarketing terhadap PKS secara opini dan pencitraan.

"Ada upaya men-downgrade citra dan posisi PKS secara opini dan pencitraan," ujar Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa(22/3/2011).

Apa yang dilakukan Yusuf Supendi menurut Mahfudz adalah bagian sebuah operasi. Sebab, banyak rentetan kasus yang lebih banyak menyudutkan PKS semenjak pansus hak angket pajak beberapa waktu lalu.

"Ingat kalau kita ambil dari kasus angket pajak, setelah itu muncul kasus isu reshuffle dan opini bahwa PKS akan menikam dari belakang, tidak loyal dan seterusnya, dan ketika itu tidak direspon maka hilang dengan sendirinya," ungkapnya.

Mantan Ketua Fraksi PKS ini pun mempertanyakan aksi operasi menjungkirkan nama baik PKS tersebut.

"Siapa yang punya kepentingan dibalik itu semua," ucapnya seraya menyebut, sebelum isu Yusuf Supendi muncul, PKS diserang dengan kabar video mesum mirip Sekjen PKS Anis Matta.

"Saat muncul video mesum yang dikatakan orang mirip Anis Matta, kami juga tidak bereaksi dan ternyata masyarakat membatasi diri. Lalu muncul isu daging berjenggot. Fakta-fakta itu adalah fakta yang sangat lemah dan sekarang isu-isu Yusuf Supendi," jelas Mahfudz.

Secara substansi lanjut Mahfudz, kasus Yusuf Supendi bukan hal yang baru. Apa yang dikerjakan Yusuf juga tak perlu direspon.

"Ini pada tataran kami, ini sesuai yang tidak perlu kami respon, karena nanti masyarakat sendiri atau institusi yang bersangkutan melapor itu akan bisa menjelaskan soal layak tidaknya informasi yang disampaikan untuk ditindaklanjuti," sergahnya.

Penulis: Willy Widianto | Editor: Ade Mayasanto

Wednesday, March 23, 2011

Serangan ke Libya, Indonesia Harus Bersikap

Nasional

"Bahwa operasi ini terbatas serangan udara, untuk melumpuhkan udara Libya."
Rabu, 23 Maret 2011, 12:42 WIB
Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila
Pemimpin Libya, Muammar Khadafi (therealtimer.com)


VIVAnews - Komisi I Bidang Pertahanan dan Luar Negeri DPR telah mengundang Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk membicarakan soal krisis di Libya. DPR mendesak agar pemerintah mengambil sikap tegas atas krisis di negara-negara Arab. "Pemerintah harus bersikap," kata Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq di gedung DPR, Jakarta, Rabu 23 Maret 2011.

Menurut Mahfudz, aksi militer Perserikatan Bangsa-Bangsa di negara yang krisis itu dikhawatirkan bisa tak sesuai tujuan. Aksi militer PBB bisa berubah menjadi pendudukan.

"Kalau kita lihat kasus-kasus sebelumnya sangat mungkin agendanya bukan menjamin warga sipil, tapi agenda lebih besar," ujar politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Mahfudz berharap, delegasi Indonesia pada sidang PBB bisa tegas dalam mengkritisi serangan negara sekutu ke Libya. "Bahwa operasi ini terbatas serangan udara, untuk melumpuhkan udara Libya. Mediasi. Itu yang harus dilakukan," ujar dia menambahkan.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyatakan prihatin, dan menyesalkan kekerasan di Libya yang mengatasnamakan perlindungan atas warga sipil.
"Kita tentu prihatin, situasi dan kondisi di libya berkembang sedemikian rupa, sehingga semakin tampillah sosok penggunaan kekerasan," kata Menlu Marty Natalegawa di gedung DPR, kemarin.
• VIVAnews

Tifatul: Banyak Isu Miring, Kader PKS Tetap Solid

K. Yudha Wirakusuma - Okezone

JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring tak terlalu hirau dengan isu-isu miring yang memojokkan PKS belakangan ini. Tifatul pun yakin kader PKS tetap solid.

"Yang namanya politik semuanya mungkin. Tapi (isu keborokan) itu kan harus dibuktikan," katanya di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (23/3/2011).

Menurut Tifatul, isu-isu yang kini menggoyang penggurus DPP PKS, tidak akan berpengaruh bagi soliditas kader di daerah. ”Enggak ada apa-apa baik pusat atau daerah. Ada 1,5 juta kader solid semuanya,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) ini.

Dimintai komentarnya soalnya serangan-serangan yang dilancarkan mantan kader PKS Yusuf Supendi, Tifatul tak menampik jika kemungkinan ada konspirasi untuk menjatuhkan PKS.

"Ya, kemungkinan itu kan ada tapi itu kan perlu pembuktian semuanya. Jadi semua bisa diselesaikan melalui cara kekeluargaan, melalui internal saja . Ini kan bukan konflik di dalam tubuh (PKS). Dalam kepengurusan kan tidak. Jadi ada orang yang diberikan suatu hukuman struktur PKS, nah kemudian yang bersangkutan merasa itu tidak tepat,” paparnya.

“Isu dan fitnah yang disampaikan itu, sudah saya terima sejak 2008 lalu sewaktu saya menjadi presiden PKS. Ya saya serahkan kepada lembaga-lembaga yudikatif dan ini juga saya serahkan ke DPP," katanya lagi.

(ded)

Fachri Hamzah: PKS Diserang Luar Dalam

Ferdinan - Okezone
Selasa, 22 Maret 2011 13:55 wib

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini dilanda isu miring yang ditujukkan untuk menggembosi partai. Petinggi PKS dituding melakukan korupsi dan poligami.

Wakil Sekjen PKS Fahri Hamzah menengarai, upaya penggembosan itu dilakukan lawan politik termasuk dari kelompok sakit hati yang pernah berada di lingkaran internal PKS.

Menurut Fahri terdapat tiga kelompok yang melakukan penggembosan PKS. Pertama, kelompok yang khawatir dengan pertumbuhan PKS sebagai partai politik besar. Kelompok ini, kata Fahri berusaha agar PKS tidak mengubah platform sebagai partai Islam menjadi partai berbasis moderat.

"Kelompok ini berkepentingan agar PKS tidak lagi mendapat dukungan konstituen dan publik. Bisa jadi ini dilakukan lawan politik atau serangan dari dalam," ujar Fahri saat kepada okezone, Selasa (22/3/2011).

Kelompok kedua, barisan sakit hati. Fahri menyebut kelompok ini menginginkan perpecahan di tubuh PKS. Barisan sakit hati ini kemudian menggelindingkan isu miring terkait PKS. Mereka sengaja melemparkan tuduhan karena kecewa terhadap sanksi yang diberikan partai."Padahal tudingan itu fitnah," tegas Wakil Ketua Komisi Hukum DPR ini.

Terakhir, kelompok ketiga yang ikut menunggangi kisruh internal PKS. "Serangan ini murni dari luar, bagaimanapun parpol selalu bersaing. Itu sebabnya kita perlu mewaspadai persaingan," pungkasnya.

Namun, Fahri menegaskan PKS solid menghadapi serangan bertubi-tubi ke partai dengan suara terbanyak keempat di Pemilu 2009. "Insya Allah PKS masih solid, pemimpin masih solid, kader solid, kita bergeming soal isu-isu miring itu," tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen PKS Anis Matta meyakini upaya penggembosan PKS akan terus berlanjut. Menurut Anis, serangan ke PKS dimulai saat beredar video porno yang disebut mirip dirinya.

Kedua, serangan dilakukan melalui isu daging impor yang melibatkan kader PKS.

Testimoni dan aduan mantan kader PKS Yusuf Supendi ke Badan Kehormatan DPR dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi serial ketiga operasi politik ke PKS.

"Ini rangkaian cerita panjang, masih ada serial keempat dan kelima, tunggu saja," ujar Anis.