Thursday, October 25, 2007

Anggota KPU Hasil Lobi Partai

Anggota KPU Hasil Lobi Partai
Penulis: Fardiansah Noor

JAKARTA--MEDIA: Tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru saja terpilih disinyalir merupakan rekayasa partai politik untuk memuluskan langkah pada pemilu 2009.

Dugaan itu menguat karena pemilihan anggota KPU oleh Komisi II DPR sempat terhambat karena menunggu hasil lobi sekjen-sekjen partai di sebuah hotel di Jakarta pada Rabu (4/10) malam.

Anggota Komisi II Nasir Jamil (FPKS) mengakui bahwa lambatnya pengambilan suara untuk memilih anggota KPU salah satu penyebab utamanya adalah menunggu keputusan hasil lobi para Sekjen di salah satu hotel di Jakarta.

"Yang saya dengar seperti itu. Ada beberapa yang masih menunggu informasi terbaru dari Sekjen partainya," kata Nasir.

Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfidz membenarkan ada pertemuan para sekjen untuk menentukan kriteria calon anggota KPU yang akan menjadi penyelenggara pemilu 2009. "Walaupun saya tidak hadir pada pertemuan Hotel Sultan, tapi memang pertemuan itu direncanakan untuk membicarakan kriteria anggota KPU. Bukan personnya. Kalaupun ada kesepakatan-kesepakatan itu untuk kebutuhan bersama pada masa akan datang," kata Irgan.

Dia menjelaskan, dirinya mendukung sepenuhnya hasil kerja keras anggota Komisi II DPR yang telah melahirkan tujuh orang anggota KPU periode 2007-2012. Apalagi Pemilu 2009 sudah dekat maka para anggota harus bekerja secara maksimal sesuai dengan kapasitas, integritas, dan kompetensi masing-masing anggota terpilih.

"Ada tiga orang perempuan dan itu sudah memenuhi unsur minimal 30% kuota perempuan. Saya berharap agar anggota KPU terpilih bisa menjaga martabat dan kredibilitas lembaga agar bisa kembali menjadi 'Wasit Pemilu' yang terpercaya, dan masyarakat merasakan manfaatnya," ungkap Irgan.

Namun Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq membantah adanya lobi di sebuah hotel di Jakarta. "Di tahap awal memang ada upaya agar setiap fraksi sebutkan nama. Tapi kita tetap berpedoman pada performance saat uji kelayakan dan kepatutan. Itu pertimbangan utamanya," jelas Mahfudz.

Tapi, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan ada beberapa fraksi yang berusaha mengkonsolidasikan pilihannya. "Tapi pada kenyataannya tidak ada itu. Kalau ada tiga perempuan yang terpilih itu karena semangat pada pemenuhan syarat 30% itu. Biar tidak sulit kalau ada PAW," ujar Mahfudz.

Sementara itu, Sekjen DPP PAN Zulkifili Hasan mengakui adanya pertemuan dengan Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di Hotel Sultan. "Tapi bukan dalam konteks KPU. Soal calon Presiden. Pertemuan itu juga bukan antar Sekjen, tapi ada Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir dan Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufik Kiemas," cetus Zulkifli. (Far/OL-06)

No comments: